Sehelai Bulu Ungkap Misteri Harimau Jawa di Hutan Sukabumi, Benarkan Sudah Punah?

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mevin.ID – Kabar mengejutkan dan penuh harapan datang dari belantara Jawa Barat. Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), satwa legendaris yang telah dinyatakan punah oleh IUCN sejak 2008, menunjukkan tanda-tanda keberadaannya di kawasan hutan Sukabumi, Jawa Barat.

Temuan ini mengubah narasi yang selama ini hanya dianggap mitos atau cerita rakyat menjadi sebuah kemungkinan nyata yang didukung bukti ilmiah awal.

Merangkum berbagai sumber, berikut jejak misteri Harimau Jawa yang diduga masih hidup berkeliaran di hutan rimba Sukabumi.

Dari Laporan Warga ke Bukti Genetik

Awal mula cerita ini berawal dari laporan warga Desa Cipendeuy, Sukabumi Selatan, pada 2019 yang mengklaim melihat penampakan harimau. Laporan tersebut diperkuat dengan ditemukannya jejak kaki berukuran besar, cakaran di pohon, dan sehelai bulu.

Bulu inilah yang menjadi kunci. Analisis DNA terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Oryx mengungkap hasil yang mencengangkan. DNA mitokondria dari bulu tersebut ternyata cocok dengan spesimen Harimau Jawa yang diawetkan dari tahun 1930, dan berbeda dari subspesies harimau lain maupun Macan Tutul Jawa.

Respon Cepat Pemerintah dan Tim Ahli

Merespons temuan ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) langsung mengambil langkah proaktif. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Setyawan Pudyatmoko, menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti temuan tersebut secara serius.

“Kami telah menyusun rencana untuk pemasangan camera trap (kamera jebak) di titik-titik strategis dan memperluas pencarian sampel DNA untuk konfirmasi lebih lanjut. Kolaborasi dengan ahli genetika juga akan kami lakukan,” jelas Pudyatmoko.

Optimisme yang Hati-Hati

Meski temuan DNA ini sangat menjanjikan, para ilmuwan mengingatkan untuk tetap bersikap hati-hati. Sehelai bulu belum membuktikan adanya populasi yang hidup dan berkembang biak secara stabil. Bisa jadi ini adalah individu tunggal yang tersisa.

“Konfirmasi lebih lanjut di lapangan mutlak diperlukan. Apakah ini individu soliter atau bagian dari kelompok kecil, itu yang harus kita pastikan,” kata salah satu peneliti yang terlibat.

Jika Benar, Ini Akan Menjadi Sejarah

Jika keberadaan Harimau Jawa nantinya terbukti kuat, ini akan menjadi salah satu penemuan kembali (rediscovery) spesies punah terbesar dalam sejarah konservasi Indonesia, bahkan dunia.

Pemerintah telah berkomitmen, jika “Sang Raja Hutan Jawa” benar-benar kembali, status perlindungan penuh akan segera diberikan. Masyarakat juga akan dilibatkan untuk menjaga kelestarian habitatnya, agar harapan baru ini tidak punah untuk kedua kalinya.

Penemuan ini bukan sekadar tentang satwa, tetapi menjadi simbol nyata ketahanan alam dan pentingnya menjaga setiap jejak keanekaragaman hayati Nusantara.(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Atep K

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”
KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga
Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai
Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm
Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’
‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan
Waspada! Bandung dan Jabar Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:22 WIB

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15 WIB

Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:35 WIB

KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:18 WIB

Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:30 WIB

Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’

Berita Terbaru