JAKARTA, Mevin.ID – Dunia sepakbola Asia mencatat sejarah baru dengan resminya pengusaha Indonesia, Wandi Wanandi, menjadi investor dan pemegang saham klub FC Imabari yang berlaga di J2 League (Liga 2 Jepang). Ini menjadikannya investor pertama asal Indonesia yang masuk secara resmi ke kepemilikan klub sepakbola profesional di Jepang.
Kerjasama strategis ini diresmikan dalam seremoni penandatanganan jersey yang digelar di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/1/2026).
Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat fondasi investasi, pengembangan klub, serta memperluas jaringan internasional FC Imabari.
Dalam pernyataannya, Wandi Wanandi yang juga mantan pemilik klub Inggris, Tranmere Rovers, menyampaikan harapan besarnya untuk kontribusi pada sepakbola Indonesia.
“Minta dukungannya untuk FC Imabari karena saya sebagai pemegang saham mulai hari ini. Harapan saya, seperti dulu dengan Tranmere Rovers, adalah memajukan sepakbola Indonesia. Tidak hanya pemainnya saja, tapi juga coaching staff-nya,” ujar Wandi.
Ia juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. “Mungkin kita bisa diskusikan mengenai apparel, misalnya, alat-alat olahraga dari Indonesia mungkin bisa di Jepang dipakai oleh FC Imabari,” tambahnya.
Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi jembatan pertukaran pengetahuan dan pengembangan sepakbola berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang.
FC Imabari dan Filosofi “Okada Method”
FC Imabari adalah klub profesional yang berbasis di Kota Imabari, Prefektur Ehime. Klub ini dikenal dengan filosofi kuat yang menekankan nilai kemanusiaan, komunitas, dan keberlanjutan. Di bawah kepemilikan dan arahan Takeshi Okada, mantan pelatih kepala Timnas Jepang sejak 2014, klub berkembang pesat dengan metode pengembangan pemain yang unik.
CEO FC Imabari, Masafumi Yano, dalam kesempatan yang sama menyampaikan komitmen klub untuk berkontribusi kepada sepakbola Indonesia melalui metodenya.
“FC Imabari bisa menawarkan sebuah metode yang kami ciptakan di dunia sepakbola Jepang. Semoga kami bisa pakai metode ini untuk membuat sepakbola Indonesia lebih berkembang. Semoga FC Imabari juga bisa berkontribusi ke dunia sepakbola Indonesia,” tutur Yano.
Metode yang dimaksud adalah “Okada Method”, yang menekankan pembinaan pemain mandiri, cerdas dalam mengambil keputusan di lapangan, dan berkarakter kuat. Kolaborasi ini membuka peluang bagi pemain, pelatih, maupun aspek bisnis olahraga Indonesia untuk belajar dari ekosistem sepakbola Jepang yang sudah mapan.
Dengan langkah strategis Wandi Wanandi ini, mata sepakbola Indonesia kini tertuju ke J2 League, membawa harapan baru untuk peningkatan kualitas sepakbola tanah air melalui pertukaran yang setara dengan salah satu negara sepakbola terkuat di Asia.***
Editor : Atep K


























