Sejumlah Musisi Top Indonesia Gugat UU Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi

- Redaksi

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta

i

Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta

Jakarta, Mevin.ID – Sebanyak 29 musisi ternama Indonesia mengajukan gugatan terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan tersebut didaftarkan sejak pekan lalu dan tercatat dengan nomor akta pengajuan permohonan elektronik (AP3) nomor 33/PUU/PAN.MK/AP3/03/2025.

Meski MK belum merilis dokumen detail permohonan tersebut, daftar musisi yang terlibat dalam gugatan ini telah beredar. Berikut adalah nama-nama musisi yang mengajukan gugatan:

1. Tubagus Arman Maulana (Armand Maulana)
2. Nazril Irham (Ariel NOAH)
3. Vina DSP Harrijanto Joedo (Vina Panduwinata)
4. Dwi Jayati (Titi DJ)
5. Judika Nalom Abadi Sihotang
6. Bunga Citra Lestari (BCL)
7. Sri Rosa Roslaina H (Rossa)
8. Raisa Andriana
9. Nadin Amizah
10. Bernadya Ribka Jayakusuma
11. Anindyo Baskoro (Nino)
12. Oxavia Aldiano (Vidi Aldiano)
13. Afgansyah Reza (Afgan)
14. Ruth Waworuntu Sahanaya
15. Wahyu Setyaning Budi Trenggono (Yuni Shara)
16. Andi Fadly Arifuddin (Fadly Padi)
17. Ahmad Z Ikang Fawzi (Ikang Fawzi)
18. Andini Aisyah Hariadi (Andien)
19. Dewi Yuliarti Ningsih (Dewi Gita)
20. Hedi Suleiman (Hedi Yunus)
21. Mario Ginanjar
22. Teddy Adhytia Hamzah
23. David Bayu Danang Joyo
24. Tantri Syalindri Ichlasari (Tantri Kotak)
25. Hatna Danarda (Arda)
26. Ghea Indrawari
27. Rendy Pandugo
28. Gamaliel Krisatya
29. Mentari Gantina Putri (Mentari Novel).

Vibrasi Suara Indonesia (VISI) sebagai Respons

Armand Maulana, bersama sejumlah musisi lainnya, telah mendeklarasikan Vibrasi Suara Indonesia (VISI) sebagai respons terhadap gerakan yang diinisiasi oleh Ahmad Dhani dan para pencipta lagu melalui Aksi Bersatu. VISI dibentuk untuk memperjuangkan kepentingan musisi dan menyuarakan aspirasi mereka terkait UU Hak Cipta.

Kisruh Hak Cipta dan Kasus Agnez Mo

Gugatan ini muncul di tengah kisruh hak cipta yang melibatkan sejumlah musisi, termasuk kasus pelanggaran hak cipta yang menjerat Agnes Monica (Agnez Mo).

Agnez Mo dinyatakan melanggar hak cipta karena menyanyikan lagu “Bilang Saja” tanpa izin dari komposer lagu tersebut, Ari Bias. Pada 30 Januari 2025, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan bahwa Agnez Mo wajib membayar denda sebesar Rp1,5 miliar kepada Ari Bias.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Agnez Mo berencana mengajukan kasasi terhadap putusan tersebut.

Kasus ini memicu perdebatan sengit di kalangan musisi dan pencipta lagu, termasuk komentar pedas dari Ahmad Dhani, musisi sekaligus anggota DPR RI, yang menyinggung sikap Agnez Mo dalam kasus ini.

Tuntutan Musisi terhadap UU Hak Cipta

Meski detail gugatan belum diungkap, para musisi yang tergabung dalam VISI menuntut revisi atau perubahan terhadap UU Hak Cipta yang dinilai tidak adil atau merugikan hak-hak mereka sebagai pelaku industri musik.

Gugatan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam regulasi hak cipta di Indonesia, serta melindungi kepentingan para musisi dan pencipta lagu.

Proses Gugatan di Mahkamah Konstitusi

MK kini tengah memproses permohonan tersebut. Jika gugatan ini diterima, MK dapat memutuskan untuk merevisi atau membatalkan sebagian atau seluruh pasal dalam UU Hak Cipta yang dianggap bertentangan dengan konstitusi.

Proses ini akan menjadi sorotan publik, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap industri musik dan kreativitas di Indonesia.

Dampak bagi Industri Musik

Gugatan ini menandai babak baru dalam perjuangan musisi Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Hasil dari proses ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih adil dan mendukung perkembangan industri musik nasional.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patung Raksasa Trump dan Netanyahu Hiasi Karnaval Sciacca, Refleksi Tajam Politik Dunia
Buntut Konten ‘Ghibah’, YouTuber Resbob dan Bigmo Resmi Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
Cinta Laura “Sentil” Beasiswa LPDP: Anak Orang Kaya Banget Harusnya Bayar Sendiri!
Haus Validasi Berujung Petaka, Drama Paspor WNA dan “Flexing” Fasilitas Negara Dwi Sasetyaningtyas
A Knight of the Seven Kingdoms’ – Kembalinya Keajaiban Westeros dengan Rasa yang Lebih Personal
Ubah Sampah Jadi Karya Artistik: Ika Ismurdiyahwati Gelar Pameran Tunggal “Transformation” di Bandung
Sinema Indonesia Jadi Sorotan Dunia: Berkat AI, Kualitas Produksi Sineas Lokal Diprediksi Setara Hollywood
Tampilkan Data Primer yang Akurat, Buku Ensiklopedia Sastra Nusantara tak Khawatir Tersaingi AI & Wikipedia

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:20 WIB

Patung Raksasa Trump dan Netanyahu Hiasi Karnaval Sciacca, Refleksi Tajam Politik Dunia

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:05 WIB

Buntut Konten ‘Ghibah’, YouTuber Resbob dan Bigmo Resmi Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:50 WIB

Cinta Laura “Sentil” Beasiswa LPDP: Anak Orang Kaya Banget Harusnya Bayar Sendiri!

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:47 WIB

Haus Validasi Berujung Petaka, Drama Paspor WNA dan “Flexing” Fasilitas Negara Dwi Sasetyaningtyas

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:37 WIB

A Knight of the Seven Kingdoms’ – Kembalinya Keajaiban Westeros dengan Rasa yang Lebih Personal

Berita Terbaru