Sekjen Mahamuda Desak Golkar Copot Ketua DPRD Kab. Bekasi: “AD/ART Tidak Boleh Dilanggar”

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Mevin.ID — Sekretaris Jenderal Mahamuda, Jaelani Nurseha, mendesak Ketua Umum Partai Golkar mengambil langkah tegas terhadap Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Ia menilai pimpinan legislatif dari partai berlambang beringin itu telah membuat sejumlah keputusan politik yang “melampaui dan mengabaikan” AD/ART serta Peraturan Organisasi (PO) partai.

“Golkar adalah partai besar dengan tradisi disiplin yang kuat. Ketika Ketua DPRD sendiri tidak tunduk pada AD/ART, itu ancaman serius bagi marwah organisasi,” ujar Jaelani, Jumat (21/10).

Menurutnya, ada pola keputusan yang dinilai tidak sesuai mekanisme internal—mulai dari arah kebijakan di DPRD hingga pola komunikasi politik dengan eksekutif daerah.

Pelanggaran seperti ini, kata Jaelani, tidak boleh dibiarkan berlarut karena dapat merusak integritas partai di tingkat daerah maupun pusat.

“Kami meminta Ketua Umum DPP Golkar turun tangan langsung. Lakukan evaluasi menyeluruh, dan bila pelanggaran terbukti, cabut jabatan Ketua DPRD Bekasi. Jabatan publik itu amanah, bukan ruang untuk mengabaikan aturan organisasi,” tegasnya.

Jaelani mengingatkan, pembiaran terhadap pelanggaran disiplin internal dapat menimbulkan efek domino—kader di bawahnya dapat meniru, struktur melemah, dan kepercayaan publik ikut tergerus.

“Ketika pejabat partai di posisi strategis tidak patuh aturan, itu memberi sinyal buruk bagi seluruh struktur. Wibawa partai dipertaruhkan,” ujarnya.

Mahamuda juga mendesak Golkar melakukan pembenahan tata kelola kader di semua tingkatan, memastikan setiap pejabat publik dari partai tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Restorasi moral dan disiplin harus menjadi pijakan. Kader bekerja untuk rakyat, tapi tetap dalam koridor aturan organisasi,” tutup Jaelani.

Mahamuda menyatakan tengah menyiapkan aksi demonstrasi sebagai bentuk tekanan publik agar DPP Golkar segera mengambil langkah tegas.***

Facebook Comments Box

Penulis : Clendy Saputra

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib
Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan
Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”
KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga
Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai
Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:10 WIB

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:29 WIB

Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:10 WIB

Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:22 WIB

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15 WIB

Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Berita Terbaru