Sekolah Rakyat Bisa Gunakan Balai Milik Kemensos

- Redaksi

Selasa, 21 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Kemensos

i

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Kemensos

Jakarta, Mevin.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan, penyelenggaraan sekolah rakyat untuk masyarakat miskin dapat menggunakan balai-balai yang dimiliki oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

“Untuk tempat, Kemensos kebetulan punya beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat untuk memulai sekolah ini. Di beberapa tempat, balai-balai itu kan bagus, sudah siap semua gedungnya,” kata Gus Ipul, melalui keterangan resmi, usai pertemuan dengan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai di Jakarta, Selasa (21/1/2025).

Terkait penyelenggaraannya, Gus Ipul mengatakan sudah mendengarkan masukan dari banyak pihak, termasuk Prof Mohammad Nuh, yang menjadi Menteri Pendidikan Nasional periode 2009-2014.

Pihaknya juga sudah meninjau beberapa sekolah, termasuk di Sukohargjo, yang memberikan kesempatan kepada anak dari keluarga miskin ekstrem untuk mengenyam pendidikan.

Gus Ipul menyebutkan, akan melaporkan masukan dan tinjauan terkait penyelenggaraan sekolah rakyat tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto agar sesuai dengan harapan Presiden.

Pihaknya juga memastikan akan bekerja sama dengan kementerian/lembaga, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terkait rencana tersebut.

“Kita ingin memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan dan kesempatan yang lebih luas kepada mereka, dimana nanti kriteria pertamanya itu untuk masuk, disamping yang lain-lain adalah dari keluarga miskin,” kata Gus Ipul.

Terkait jumlah yang bisa mengenyam pendidikan ketika dilakukan implementasi sekolah rakyat tersebut, Mensos menyebut akan dilakukan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai keluarga miskin ekstrem.

Menurut data BPS pada Maret 2024 penduduk miskin ekstrem mencapai 0,83 persen dari total jumlah penduduk 281 juta jiwa.

“Terus terang ini saya masih pada tahap untuk mendalami konsepnya dulu ya. Belum sampai detail ke sana. Kalau misalnya konsepnya nanti sudah disetujui Presiden, maka akan ada tindak lanjut berikutnya,” ujar Gus Ipul.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

687 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, Termasuk 98 Anak-Anak dan Paramedis
Dunia di Ambang Perang Baru: Rudal Inggris Hantam Bryansk, Rusia Tuduh London Terlibat Langsung
Momen Ramadan, Wapres Gibran Maafkan Rismon Sianipar Terkait Polemik Ijazah Palsu
Sukabumi Diguncang Gempa M 5,4 Dini Hari, Getaran Terasa hingga Jakarta
Sebut Rismon Sianipar Berkhianat, Ahmad Khozinudin: Dia Merendahkan Diri di Hadapan Jokowi
Roy Suryo Serahkan Opsi ‘Restorative Justice’ ke Kuasa Hukum, Tegaskan Tetap Pegang Data 99,9%
Respons Arahan Menteri LH, Gubernur Pramono Anung Tutup Zona 4A Bantargebang dan Siapkan PLTSa
Skandal Suap Proyek Rp107,6 Miliar Bekasi: Dakwaan KPK Seret Nama Bupati Hingga Sejumlah Kepala Dinas

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:46 WIB

687 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, Termasuk 98 Anak-Anak dan Paramedis

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:12 WIB

Dunia di Ambang Perang Baru: Rudal Inggris Hantam Bryansk, Rusia Tuduh London Terlibat Langsung

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:59 WIB

Momen Ramadan, Wapres Gibran Maafkan Rismon Sianipar Terkait Polemik Ijazah Palsu

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:34 WIB

Sukabumi Diguncang Gempa M 5,4 Dini Hari, Getaran Terasa hingga Jakarta

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:16 WIB

Sebut Rismon Sianipar Berkhianat, Ahmad Khozinudin: Dia Merendahkan Diri di Hadapan Jokowi

Berita Terbaru