Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Aktivitas buruh tekstil di Sukoarjo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./ed/mes/aa.

Ilustrasi - Aktivitas buruh tekstil di Sukoarjo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./ed/mes/aa.

JAKARTA, Mevin.ID – Pemerintah mengambil langkah agresif untuk menyelamatkan industri tekstil dalam negeri yang tengah tertekan.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi pembentukan BUMN khusus tekstil yang baru dengan dukungan dana fantastis mencapai US$6 miliar atau setara Rp101 triliun (asumsi kurs Rp16.850).

Entitas baru ini nantinya akan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, institusi pengelola investasi yang baru dibentuk di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Bukan Menghidupkan BUMN Lama

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membangkitkan BUMN tekstil lama yang sudah ada sebelumnya, melainkan membangun entitas yang benar-benar baru.

“BUMN baru khusus tekstil. Tidak menghidupkan kembali. Ini akan dihidupkan sebagai entitas baru sehingga pendanaan US$6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Strategi Penyelamatan dan Roadmap 10 Tahun

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai respon atas ancaman tarif global dan perlunya perlindungan terhadap sektor padat karya.

Sektor tekstil, garmen, alas kaki, hingga elektronik menjadi prioritas utama karena posisinya yang paling rentan terdampak dinamika pasar global.

Pemerintah saat ini tengah menyusun roadmap yang berfokus pada dua hal utama:

  • Ekspansi Pasar: Mencari pasar ekspor baru dan mengoptimalkan perjanjian seperti EU-CEPA yang diproyeksikan efektif pada 2027.
  • Rantai Pasok (Value Chain): Melakukan revitalisasi mendalam dari hulu hingga hilir guna meningkatkan daya saing ekspor dalam jangka panjang (10 tahun ke depan).

Fokus pada Hilirisasi dan Teknologi

Selain tekstil, dana jumbo tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok industri terkait.

Dalam rapat terbatas di Hambalang beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguatan sektor otomotif dan elektronik melalui investasi teknologi semikonduktor atau industri chip masa depan.

Revitalisasi rantai pasok ini diharapkan dapat membentengi industri nasional dari gempuran produk impor serta menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sempat marak di sektor manufaktur.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar
Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur
IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah
Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan
Pertamina Patra Niaga Usul Beli LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung Per KK Mulai April 2026
Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Resmi Dibuka: Ini Jadwal dan Cara Pemesanannya 
Gebrakan “Bersih-Bersih” BUMD: Gubernur Jabar Pangkas Puluhan Perusahaan Jadi Satu Super Holding

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:06 WIB

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:19 WIB

IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:29 WIB

Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan

Berita Terbaru