Selat Hormuz Ditutup: Krisis Energi Mengintai, Dunia di Ambang Resesi Global

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Dunia kini menghadapi ancaman krisis ekonomi serius setelah Iran resmi menutup Selat Hormuz.

Langkah ini merupakan buntut dari serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Penutupan jalur vital ini diprediksi bakal mengguncang pasar minyak dunia dan memicu resesi global.

Iran, yang merupakan produsen minyak terbesar keempat di OPEC, memegang kendali atas garis pantai Selat Hormuz—jalur perairan paling strategis dalam perdagangan energi global.

Harga Minyak Berpotensi Tembus 100 Dolar AS

Bob McNally, mantan penasihat energi Gedung Putih sekaligus Presiden Rapidan Energy, memperingatkan bahwa pasar belum sepenuhnya memperhitungkan risiko ini.

Menurutnya, gangguan di Selat Hormuz bisa mendorong harga minyak melonjak tajam melewati angka 100 dolar AS per barel.

“Penutupan Selat Hormuz dalam waktu lama hampir pasti akan memicu resesi global,” ujar McNally sebagaimana dilansir dari CNBC, Minggu (1/3/2026).

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, harga minyak Brent berada di level 72,48 dolar AS per barel, sementara WTI di posisi 67,02 dolar AS. Namun, para analis memperkirakan harga akan langsung melonjak 5 hingga 7 dolar AS saat perdagangan dibuka kembali.

Asia Paling Terdampak

Data dari Kpler menunjukkan betapa krusialnya jalur ini:

  • Lebih dari 14 juta barel per hari minyak mentah mengalir melalui selat ini.
  • Sekitar 75% volume minyak tersebut dikirim ke negara-negara Asia, termasuk Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan.
  • 20% ekspor gas alam cair (LNG) dunia juga melewati jalur ini, terutama dari Qatar.

Jika penutupan berlanjut, diprediksi akan terjadi “perang penawaran” besar-besaran di antara negara-negara pengimpor energi untuk mengamankan stok yang tersisa.

Eskalasi Militer Memperburuk Situasi

Situasi kian mencekam setelah media pemerintah Iran melaporkan serangan rudal balasan ke pangkalan AS di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Serangan ini tidak hanya mengganggu fisik jalur pelayaran, tetapi juga membuat perusahaan asuransi menaikkan tarif kapal tanker secara agresif, atau bahkan menolak memberikan jaminan keamanan bagi kapal yang melintas.

Meskipun pemerintahan Donald Trump dapat memanfaatkan Cadangan Minyak Strategis (SPR) yang berjumlah sekitar 415 juta barel, para ahli menilai kapasitas tersebut mungkin tidak akan cukup jika krisis di Hormuz berlangsung dalam skala besar dan durasi yang lama.

Mevin.ID akan terus memperbarui dampak ekonomi global akibat memanasnya situasi di Timur Tengah ini.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mudik Lebaran 2026: Catat Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Mulai 13 hingga 29 Maret
Kejati Jabar Periksa 5 Pegawai Baznas Terkait Dugaan Korupsi Rp13 Miliar, Whistleblower Minta KDM Turun Tangan
Sebut Tragedi Bantargebang Kegagalan Sistemik, Menteri LH Hanif Faisol Siapkan Langkah Hukum Tegas
Longsor Berulang di Bantargebang, Warga Bekasi: Jangan Jadikan Kami Tempat Sampah Selamanya!
Balas Dendam, Drone Iran Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa
Iran Tutup Pintu Diplomasi, Siap Hadapi Perang Berkepanjangan Melawan AS
Preseden Berbahaya: Penjajah Israel Tutup Masjid Al-Aqsa 11 Hari Berturut-turut, Ibadah Tarawih Dilarang
Longsor TPST Bantargebang: Tim SAR Temukan Dua Jasad Tambahan, Total Korban Meninggal Jadi 6 Orang

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:15 WIB

Mudik Lebaran 2026: Catat Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Mulai 13 hingga 29 Maret

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:14 WIB

Kejati Jabar Periksa 5 Pegawai Baznas Terkait Dugaan Korupsi Rp13 Miliar, Whistleblower Minta KDM Turun Tangan

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:49 WIB

Sebut Tragedi Bantargebang Kegagalan Sistemik, Menteri LH Hanif Faisol Siapkan Langkah Hukum Tegas

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:44 WIB

Longsor Berulang di Bantargebang, Warga Bekasi: Jangan Jadikan Kami Tempat Sampah Selamanya!

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:00 WIB

Balas Dendam, Drone Iran Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa

Berita Terbaru