TEHERAN, Mevin.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang mengancam stabilitas ekonomi global.
Militer Iran secara resmi mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal tanker minyak yang nekat melintasi Selat Hormuz, menyusul penutupan jalur laut vital tersebut oleh Teheran sejak Sabtu (28/2).
Kapal SKYLIGHT Jadi Sasaran
Salah satu insiden paling fatal menimpa kapal tanker SKYLIGHT berbendera Palau. Kapal tersebut dilaporkan terkena serangan di posisi lima mil laut sebelah utara Pelabuhan Khasab, Kegubernuran Musandam.
Berdasarkan laporan Pusat Keamanan Maritim Oman, serangan ini menyebabkan kepulan asap hitam membubung tinggi dan kapal nyaris tenggelam.
- Korban: 4 orang dilaporkan terluka.
- Evakuasi: Seluruh 20 penumpang (15 warga India dan 5 warga Iran) telah berhasil dievakuasi.
Televisi pemerintah Iran menyebut tindakan ini diambil karena kapal tersebut “secara ilegal mencoba” melanggar perintah larangan melintas yang dikeluarkan militer Iran pasca-serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
Dampak Penutupan Jalur Logistik Global
Penutupan Selat Hormuz merupakan respons langsung Iran atas Operasi ‘Epic Fury’ yang dilancarkan AS-Israel, yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Langkah Iran menyerang tanker minyak ini diprediksi akan membuat harga minyak mentah dunia melambung tinggi.
Ancaman Balasan dari Trump
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal bahwa ketegangan belum akan mereda. Trump menyebut bahwa jumlah tentara AS yang tewas akibat serangan balasan Iran mungkin bertambah dan bersumpah akan memberikan balasan yang lebih dahsyat.
“Rencana untuk menghancurkan musuh sudah berjalan. Kami tidak akan membiarkan gangguan terhadap jalur perdagangan internasional,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan singkat.
Saat ini, dunia internasional sedang menantikan langkah diplomasi untuk mencegah perang total, sementara militer Iran di bawah komando baru IRGC, Ahmad Vahidi, dilaporkan terus memperketat penjagaan di sepanjang pesisir Selat Hormuz.***
Editor : Bar Bernad


























