BEKASI, Mevin.ID – Proses seleksi jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi untuk masa bakti 2026-2031 kini tengah menjadi pusat perhatian publik. Masa transisi ini dinilai sebagai titik krusial yang akan menentukan arah pengelolaan dana umat di Kota Patriot selama lima tahun ke depan.
Sorotan tajam muncul terkait tanggung jawab moral dan administratif Panitia Seleksi (Pansel). Pansel diingatkan agar menjaga kesucian institusi umat ini dari kepentingan pragmatis dan memastikan BAZNAS dikelola oleh tangan-tangan yang kompeten.
Profesionalisme Pansel Dipertaruhkan
Dicky Armanda, sebagai representasi pemuda yang peduli terhadap integritas lembaga daerah, menekankan bahwa Pansel tidak boleh terjebak dalam pusaran kepentingan pribadi atau golongan dalam menentukan komisioner. Menurutnya, BAZNAS membutuhkan pimpinan dengan kompetensi nyata, bukan figur yang sekadar mencari keuntungan sepihak.
“Panitia wajib mengedepankan sikap profesional. Kita butuh pimpinan yang punya kompetensi nyata, bukan mereka yang hanya menjadikan BAZNAS sebagai ruang korup untuk pemuasan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegas Dicky Armanda.
Rekam Jejak dan Inovasi Menjadi Harga Mati
Pansel diminta untuk melakukan pemindaian mendalam (track record scanning) terhadap setiap calon komisioner. Hal ini krusial agar kegagalan atau kekurangan di periode sebelumnya tidak terulang kembali. Kemampuan manajerial dan visi inovatif dianggap sebagai syarat mutlak bagi calon pimpinan.
“Panitia harus melihat skill dan kemampuan calon dalam membawa konsep serta ide segar. Pengelolaan dana umat ini adalah amanah besar, jangan sampai pola-polanya ‘seperti yang sudah-sudah’. Harus ada peningkatan signifikan dalam tata kelola,” tambahnya.
Ancaman Pengawalan Ketat
Menutup keterangannya, Dicky menyatakan kesiapannya untuk mengawal seluruh tahapan seleksi agar berjalan transparan dan akuntabel. Peringatan keras pun dilayangkan jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan atau dominasi muatan politik dalam proses seleksi tersebut.
“Kami siap kawal proses ini. Jika Panitia Seleksi tidak profesional, abai terhadap kemampuan calon, dan hanya terfokus pada muatan politik semata, kami pastikan akan bergerak. BAZNAS bukan tempat bagi mereka yang hanya punya modal politik tanpa kapasitas,” pungkasnya.
Hingga saat ini, proses tahapan seleksi terus berjalan di bawah pengawasan berbagai elemen masyarakat yang berharap adanya peningkatan signifikan dalam tata kelola zakat di Kota Bekasi.***
Penulis : Fathur Rachman
Editor : Pratigto


























