Seleksi Pimpinan Baznas Kota Bekasi Gaduh: Sekda “Amnesia” hingga Aroma Dominasi ASN dan Politik

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Pansel BAZNAS Kota Bekasi, Junaedi, saat memberikan keterangan pers terkait seleksi pimpinan BAZNAS di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (29/12/2025).

Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Pansel BAZNAS Kota Bekasi, Junaedi, saat memberikan keterangan pers terkait seleksi pimpinan BAZNAS di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (29/12/2025).

BEKASI, Mevin.ID – Proses seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi periode 2025-2030 tengah berada di bawah sorotan tajam publik.

Transparansi tim seleksi dipertanyakan setelah munculnya sikap kontradiktif dari Ketua Tim Seleksi (Timsel) sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi.

Janggal, Ketua Timsel Mengaku Tak Tahu Daftar Lolos

Keanehan mencuat saat Junaedi memberikan pernyataan kepada awak media usai memimpin apel pegawai di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (29/12/2025). Junaedi mengaku tidak tahu-menahu mengenai rincian pendaftar yang lolos seleksi administrasi.

Pernyataan ini dianggap ironis dan memicu tanda tanya besar. Pasalnya, dokumen pengumuman resmi terkait hasil verifikasi administrasi tersebut justru telah dibubuhi tanda tangannya sendiri. Sikap “amnesia” sang Sekda ini memicu dugaan adanya upaya menutup-nutupi dominasi figur tertentu dalam bursa pimpinan lembaga pengelola dana umat tersebut.

Dominasi Pejabat dan Ambisi Inayatullah

Berdasarkan data yang dihimpun, kekhawatiran publik semakin menguat setelah sejumlah nama pejabat aktif dan pensiunan eselon II masuk dalam daftar calon.

Sosok yang paling mencolok adalah Inayatullah, yang saat ini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) sekaligus Plt Ketua Dewas Perumda Tirta Patriot dan Ketua ICMI Kota Bekasi.

Langkah Inayatullah yang masih aktif menjabat namun tetap membidik kursi Baznas dinilai sebagai bentuk ambisi berlebihan.

Kabar yang beredar di lingkaran Pemkot menyebutkan adanya “karpet merah” berkat kedekatannya dengan Walikota Bekasi.

Selain Inayatullah, muncul pula nama-nama pensiunan pejabat seperti Ahmad Yani (mantan Kadinsos) dan Sudarsono (mantan Kepala BPKAD). Kehadiran “gerombolan” birokrat ini dikhawatirkan akan menjadikan Baznas sebagai perpanjangan tangan politik penguasa, alih-alih menjadi lembaga independen yang dipimpin ulama.

Ulama dan GP Ansor Protes Keras

Kritik pedas datang dari tokoh agama KH. Saifuddin Nurullah. Ia menegaskan bahwa kursi komisioner Baznas seharusnya diperuntukkan bagi ulama yang alim dan mendalam ilmu agamanya, bukan tempat singgah pejabat yang haus jabatan.

“Sangat miris jika hari ini para pejabat eselon II hingga IV, baik yang aktif maupun menjelang purna tugas, masih menginginkan kursi empuk Baznas. Jangan sampai porsi ulama dianggap sepele oleh pejabat,” ungkap KH. Saifuddin, Senin (22/12/2025).

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris GP Ansor Kota Bekasi, Muhammad Dzul Azmi (Gus Azmi), menilai fenomena ini sebagai indikasi modus baru penempatan “orang titipan”.

“Menjadi komisioner Baznas bukan sekadar menambah penghasilan, tapi harus paham fiqih zakat secara mendalam. Jika motifnya politis atau sekadar ‘mengamankan’ dana zakat untuk menambal program pemerintah, maka ini melanggar prinsip amanah,” tegas Gus Azmi.

Desakan Diskresi Walikota

Publik kini mendesak Walikota Bekasi, Tri Adhianto, dan Wakil Walikota, Abdul Harris Bobihoe, untuk segera turun tangan.

Penggunaan hak diskresi dianggap perlu untuk mengingatkan para ASN agar tidak bersikap “aji mumpung” dan menjaga marwah Baznas dari praktik KKN.

Sebelumnya, Pansel melaporkan terdapat 29 peserta yang lolos verifikasi administrasi untuk periode 2026-2031 (berdasarkan keterangan Junaedi).

Kini, masyarakat menanti transparansi total agar dana zakat warga Bekasi benar-benar dikelola oleh tangan-tangan yang kompeten dan bersih dari kepentingan politik praktis.***

Facebook Comments Box

Penulis : Fathur Rachman

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH
Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan
Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar
Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan
Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata
Netizen Murka! Satwa Dilindungi Jadi Konten Joget, Otoritas Kejar Pelaku Hingga Jambi.
Kabar Baik! Bupati Bogor Temui Pendemo di Cigudeg: Kompensasi Cair Minggu Depan, Jalan Khusus Tambang Dikebut

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:13 WIB

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:44 WIB

Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:54 WIB

Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:49 WIB

Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan

Senin, 12 Januari 2026 - 23:09 WIB

Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata

Berita Terbaru