Bekasi, Mevin.ID – Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Pelita Bangsa mengambil langkah strategis melalui penyelenggaraan seminar internasional bertajuk “Sustainable Counselling: Islamic Approaches for Future Generations”, Minggu (13/7/2025) di Aula Kampus UPB.
Kegiatan ini menjadi wadah refleksi sekaligus penguatan visi Prodi BKPI sebagai pusat pengembangan keilmuan konseling berbasis nilai-nilai Islam yang berkelanjutan dan relevan dengan konteks kekinian.
Misi Moral dalam Pendidikan Konseling
Dalam sambutannya, Ketua Prodi BKPI, Listiani Indriyani Achmad, menegaskan pentingnya integrasi antara kompetensi akademik dan fondasi moral berbasis Islam dalam mencetak konselor masa depan.
“Ilmu tanpa akhlak adalah sia-sia. Jadilah konselor yang menyembuhkan, pendidik yang menginspirasi, dan muslim yang memimpin dengan keteladanan,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen, staf, serta mitra internasional seperti Iaforis (Indonesian Association for Islamic Studies), Universiti Malaya (Malaysia), dan Sule Lamido University (Nigeria) yang turut memperkaya ekosistem akademik Prodi BKPI.
Narasumber Internasional Tekankan Dimensi Spiritual
Seminar ini menghadirkan tiga pembicara dari tiga negara:
- Prof. Dr. Che Zarrina Binti Sa’ari (Universiti Malaya, Malaysia),
- Dr. Salisu Yunusa (Sule Lamido University, Nigeria),
- Saiful Mukti Ali, S.Pd., M.Pd. (Universitas Pelita Bangsa).
Mereka menyoroti pentingnya pendekatan spiritual dalam konseling Islam, sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang kokoh secara emosional dan spiritual.
“Konseling berkelanjutan tidak cukup hanya menangani gejala. Ia harus menyentuh aspek keyakinan, nilai komunitas, dan cita-cita keagamaan klien,” tegas salah satu narasumber.
Respons Mahasiswa: Inspiratif dan Relevan
Antusiasme peserta tampak sepanjang acara. Salah satunya datang dari mahasiswa BKPI, Adi Ginanjar, yang merasa tercerahkan setelah mengikuti seminar.
“Saya jadi paham bahwa konseling Islam itu bisa diterapkan dengan cara yang kontekstual dan tetap relevan dengan tantangan anak muda di era digital,” tuturnya.
Menjadi Mercusuar Ilmu dan Iman
Seminar ini tak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga langkah strategis dalam memposisikan BKPI UPB sebagai pionir konseling Islami yang berorientasi masa depan.
Dengan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi, Prodi BKPI berharap dapat mencetak konselor yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi cahaya di tengah tantangan zaman.***


























