BEKASI, Mevin.ID – Setelah sempat membuat jantung Kota Bekasi berhenti berdetak selama beberapa jam, aksi blokade jalan yang dilakukan ratusan sopir angkutan kota (angkot) akhirnya berakhir.
Para sopir membubarkan diri dari Jalan Ahmad Yani pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB setelah tercapai kesepakatan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Sebelumnya, aksi mogok massal ini melibatkan hampir seluruh trayek angkot di Bekasi, mulai dari K-07 (Terminal-Seroja) hingga K-02 (Pondok Gede), yang memprotes operasional bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken).
Poin-Poin Kesepakatan: Trans Beken Gak Lagi Gratis!
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengungkapkan bahwa dialog bersama Organda dan perwakilan sopir angkot telah menghasilkan beberapa poin penting untuk meredam konflik:
Pemberlakuan Tarif Mulai 1 Maret
Awalnya, Trans Beken direncanakan gratis untuk menarik minat warga. Namun, per 1 Maret 2026, tarif resmi akan diberlakukan untuk Trans Beken rute Harapan Indah-Terminal Bekasi serta Bis Kita rute Vida-Summarecon.
Ini dilakukan agar persaingan harga dengan angkot tetap sehat.
Evaluasi 48 Titik Henti
Dishub berjanji akan mengevaluasi kembali 48 titik henti bus Trans Beken yang dianggap bersinggungan langsung dengan jalur angkot.
Evaluasi ini bertujuan agar kedua moda transportasi tersebut tidak saling “rebutan” penumpang di titik yang sama.
Sempat Macet Total dan Berakhir Damai
Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini sempat menyebabkan kemacetan parah hingga 4,5 kilometer.
Berdasarkan pantauan udara, akses menuju Tol Barat dan Summarecon sempat tidak bergerak sama sekali karena angkot sengaja dijejerkan menutupi jalan protokol.
Namun, setelah hasil audiensi diumumkan, massa mulai mencair dan membawa armada mereka kembali beroperasi. Jalur Ahmad Yani yang tadinya penuh sesak kini sudah mulai kembali lancar.
Evaluasi Terus Berjalan
Pihak Pemkot Bekasi menegaskan bahwa evaluasi terhadap transportasi publik akan terus dilakukan secara menerus, baik diminta maupun tidak melalui aspirasi di jalanan.
“Kepastian tadi sudah dicapai kata sepakat. Kami akan terus melakukan evaluasi demi kenyamanan semua pihak,” tegas Zeno Bachtiar.***
Penulis : Fathur Rachman
Editor : Pratigto















![BPTJ akan membatasi truk angkutan barang di masa libur Nataru 2023, mulai 24 Desember. [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/tom]](https://mevin.id/wp-content/uploads/2026/03/29108-jalan-tol-jakarta-cikampek-ditutup-imbas-demo-buruh-di-cikarang-360x200.webp)










