Jakarta, Mevin.ID – Polemik soal dokumen pribadi Presiden Joko Widodo belum juga reda. Setelah isu dugaan ijazah palsu sempat jadi sorotan publik, kini giliran skripsi Jokowi semasa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipertanyakan.
Laporan terbaru ini diajukan oleh Muhammad Risman Pasigai, dan langsung menarik perhatian publik.
Namun, alih-alih gusar, Presiden Jokowi kembali menanggapi dengan gaya khasnya: santai dan menyelipkan sindiran halus.
“Ya, dilaporkan saja,” ujar Jokowi sambil tersenyum kepada awak media, Jumat (6/6/2025).
Tak berhenti di situ, Jokowi juga menyindir bahwa jika niatnya memang menggali habis-habisan dokumen pribadinya, ia siap menghadapi.
“Setelah ijazah, skripsi, nanti Kartu Keluarga dilaporkan, terus KTP dilaporkan, SIM dilaporkan, nanti sertifikat tanah juga mungkin. Tak layani dengan baik,” katanya dengan nada penuh satire.
UGM dan Kepolisian Sudah Angkat Bicara
Sebelumnya, UGM secara resmi menyatakan bahwa Joko Widodo adalah lulusan sah Fakultas Kehutanan dan memiliki dokumen akademik yang valid. Tak hanya itu, hasil penyelidikan kepolisian juga menyebut tidak ditemukan unsur pemalsuan dalam ijazah sang presiden.
Meski demikian, laporan demi laporan masih terus mengalir. Dari ijazah hingga skripsi, polemik ini kini seolah bergerak dari ranah hukum ke wilayah politik dan persepsi publik.
Sebuah Politisasi atau Transparansi?
Apakah ini bentuk transparansi dan akuntabilitas terhadap seorang kepala negara? Ataukah sekadar upaya politisasi yang tak kunjung usai? Pertanyaan itu kini bergaung di berbagai kanal diskusi daring.
Yang jelas, gaya Jokowi dalam merespons kritik — entah serius atau sarkastik — kembali mencuri perhatian publik.
Bahkan ketika posisinya jadi sorotan, Jokowi memilih untuk “meladeni dengan baik”, sambil tetap menebar humor politik ala dirinya.***


























