Siapakah Sani Dinar Apa Perannya di  Kasus Korupsi Pertamina, Ini Harta Kekayaannya

- Redaksi

Sabtu, 1 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harta Kekayaan Sani Dinar, Direktur Kilang Pertamina yang Jadi Tersangka Korupsi (Foto: Antara)

Harta Kekayaan Sani Dinar, Direktur Kilang Pertamina yang Jadi Tersangka Korupsi (Foto: Antara)

Jakarta, Mevin.ID – Nama Sani Dinar Saifuddin, Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI), mencuat dalam kasus korupsi minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023.

Kasus ini disebut menyebabkan kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun. Sani Dinar menjadi salah satu dari tujuh tersangka yang ditetapkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Peran Sani Dinar dalam Kasus Korupsi  

Kejaksaan Agung mengungkap bahwa Sani Dinar diduga terlibat dalam memberikan izin impor minyak mentah dengan harga tinggi, meskipun syarat yang ditetapkan belum terpenuhi. Hal ini berdampak pada penetapan harga dasar indeks pasar BBM, yang akhirnya memengaruhi besaran subsidi BBM melalui APBN.

Selain Sani Dinar, tiga pejabat Pertamina lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka, yakni Direktur Utama Patra Niaga Riva Siahaan, Direktur PT Pertamina Internasional Shipping Yoki Firnandi, dan Vice President Feedstock Management PT KPI Agus Purwono. Tiga pihak swasta, yaitu Muhammad Kerry Adrianto Riza, Dimas Werhaspati, dan Gading Ramadan Joede, juga terjerat dalam kasus ini sebagai broker dalam skema pengadaan minyak mentah.

Harta Kekayaan Sani Dinar Saifuddin  

Selain kasus korupsi, harta kekayaan Sani Dinar Saifuddin juga menjadi sorotan publik. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 28 Februari 2025, total kekayaan Sani Dinar mencapai Rp15,7 miliar. Berikut rinciannya:

1. Tanah dan Bangunan (Rp8,01 miliar)

Sani Dinar memiliki sejumlah properti di lokasi strategis, seperti Bandung, Jakarta Selatan, dan Sumedang. Aset propertinya meliputi:

– Tanah dan bangunan seluas 350 m²/180 m² di Bandung (hasil sendiri) senilai Rp3,2 miliar.

– Bangunan seluas 50 m² di Bandung (hasil sendiri) senilai Rp360 juta.

– Bangunan seluas 74 m² di Jakarta Selatan (hasil sendiri) senilai Rp720 juta.

– Tanah seluas 192 m² di Bandung (hasil sendiri) senilai Rp400 juta.

– Bangunan seluas 33 m² di Bandung (hasil sendiri) senilai Rp230 juta.

– Tanah dan bangunan seluas 332 m²/80 m² di Bandung (hasil sendiri) senilai Rp1,9 miliar.

– Tanah seluas 1.200 m² di Sumedang (warisan) senilai Rp1,2 miliar.

2. Alat Transportasi dan Mesin (Rp827,5 juta)

Sani Dinar memiliki koleksi kendaraan yang terdiri dari dua mobil dan tiga motor, termasuk kendaraan premium:

– Toyota Voxy 2017 (hasil sendiri) senilai Rp325 juta.

– Mazda CX-5 Elite 2018 (hasil sendiri) senilai Rp300 juta.

– Honda Vario 2014 (hasil sendiri) senilai Rp6,5 juta.

– Vespa GTS 150 2022 (hasil sendiri) senilai Rp86 juta.

– Royal Enfield Hunter 350 2022 (hasil sendiri) senilai Rp110 juta.

3. Aset Lainnya

Sani Dinar juga memiliki harta bergerak senilai Rp180 juta, investasi dalam surat berharga sebesar Rp2,48 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp3,9 miliar. Total kekayaannya mencapai Rp15,7 miliar tanpa adanya utang.

Pengembangan Kasus oleh Kejaksaan Agung  

Kejaksaan Agung terus mendalami aliran dana dan aset Sani Dinar untuk memastikan apakah ada kaitannya dengan dugaan korupsi yang menjeratnya. Tidak menutup kemungkinan kasus ini akan berkembang lebih lanjut dengan melibatkan pihak-pihak lain.

Karier Sani Dinar di Pertamina  

Sani Dinar memiliki karier panjang di Pertamina, dimulai sejak tahun 2004 di bidang Oil Products & Crude Oil Trader. Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT KPI pada 2022.

Kasus ini menyoroti masalah tata kelola minyak mentah di Pertamina, yang berdampak pada kebijakan harga BBM di Indonesia. Kejaksaan Agung berkomitmen untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan para pejabat dan pihak swasta dalam skandal ini guna memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola energi nasional.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Ingatkan Pemimpin: Komandan ‘Maling’ Akan Dijuluki ‘Kapal Keruk’ Seumur Hidup!
Prabowo Akhirnya ke IKN! Momen Perdana Presiden Menginap di Ibu Kota Baru.
Kajati Dr Hermon Dekristo Lantik Tiga Kajari di Wilayah Jabar, Begini Pesannya
Nadiem Bantah Terima Rp809 Miliar, Tuding Investigasi Kasus Chromebook Ngaco
Plafon SDN 05 Pademangan Timur Ambruk Saat Siswa Santap Makan Bergizi Gratis
Kemenkes Kerahkan 119 Relawan TCK Batch II ke Wilayah Pasca Bencana Aceh Tamiang 
Sudah Dicekal, KPK Dalami Peran Bos Maktour Fuad Hasan di Kasus Kuota Haji
KPK Tangkap Pejabat Pajak Jakut, Intip Isi Garasi Para Tersangka

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:01 WIB

Prabowo Ingatkan Pemimpin: Komandan ‘Maling’ Akan Dijuluki ‘Kapal Keruk’ Seumur Hidup!

Senin, 12 Januari 2026 - 21:31 WIB

Kajati Dr Hermon Dekristo Lantik Tiga Kajari di Wilayah Jabar, Begini Pesannya

Senin, 12 Januari 2026 - 19:30 WIB

Nadiem Bantah Terima Rp809 Miliar, Tuding Investigasi Kasus Chromebook Ngaco

Senin, 12 Januari 2026 - 17:57 WIB

Plafon SDN 05 Pademangan Timur Ambruk Saat Siswa Santap Makan Bergizi Gratis

Senin, 12 Januari 2026 - 17:00 WIB

Kemenkes Kerahkan 119 Relawan TCK Batch II ke Wilayah Pasca Bencana Aceh Tamiang 

Berita Terbaru