Sidang Paripurna DPRD Majalengka Diwarnai Walk Out Seluruh Anggota Fraksi PDI-P

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalengka, Mevin.ID – Rapat Paripurna yang digelar DPRD Kabupaten Majalengka di Gedung Bhineka Yudha Sawala, diwarnai dengan keluarnya (Walk Out) seluruh anggota dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Selasa (16/12/2025).

Rapat Paripurna tersebut mengagendakan persetujuan bersama 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), terkait perubahan bentuk badan Hukum dan nomenklatur Perumda BPR Kabupaten Majalengka menjadi PT BPR Majalengka, pencabutan Perda No 05 tahun 2014 tentang Dana Cadang Investasi, dan terkait perubahan Hari Jadi Kabupaten Majalengka.

Dalam keterangannya kepada para awak Media, Ketua Fraksi PDI-P Gugun Sugiana, mengatakan bahwa, walk out seluruh anggota Fraksi PDI-P, didasari atas belum jelasnya pengunaan Dana Cadangan Investasi (DCI) Daerah yang sebelumnya digunakan untuk Investasi di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

“Kami menuntut adanya pertemuan kembali antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dengan Pansus (panitia khusus) untuk membahas penggunaan dana tersebut,” tegas Gugun didampingi seluruh anggota Fraksi PDI-P.

Sampai saat ini, belum ada kesepakatan antara TAPD dengan Pansus terkait penggunaan DCI, “walaupun sudah ada catatan, tapi belum ada kesepakatan antara Eksekutif dan Pansus,” kata Gugun.

Anggota Fraksi PDI-P lainnya, mantan Sekretaris Pansus 2 Agustinus Subagja, menambahkan, bahwa pihak Eksekutif belum bisa menjelaskan terkait pengunaan DCI kemudian.

“Saat rapat dengan pak Sekda (Ketua TAPD), saya meminta berapa anggaran peritemnya dari Rp. 173 M itu, berapa persen untuk infrastruktur, berapa untuk investasi, berapa untuk kesehatan dan berapa untuk kemasyarakatan,” ucap Agustinus, menambahkan.

“Dan sampai rapat itu berakhir, pak Sekda tidak bisa menyampaikan berapa-berapanya, akhirnya kita mengambil kesimpulan bahwa Fraksi PDI Perjuangan, ketika tidak ada transparansi pengunaannya untuk apa, kita melakukan walk out,” ucapnya lagi.

Menurut Agustinus, sikap walk out ini bukan masalah setuju atau tidak setuju, tapi pertanggungjawaban moral terhadap rakyat, karena DCI terbut adalah milik rakyat.

Agustinus menegaskan, bahwa pertanyaan terkait alasan pencabutan perda tersebut, yang terkesan terburu – buru ini belum mendapatkan jawaban yang tegas dan jelas dari pihak Eksekutif.

“Kita minta, ini alasannya dicabut ini untuk apa, jangan seenaknya dicabut gitu, karena gini, Gubernur saja melakukan Ground Breaking di BIJB, berarti kita ada harapan untuk di investasikan kembali sebetulnya, nah ini apa alasan buru-buru dicabut ini,” tegas mantan ketua LSM GMBI Distrik Majalengka.***

Facebook Comments Box

Penulis : Ahmad Hudri Harisman

Editor : Salman Faqih

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib
Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan
Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”
KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga
Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai
Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:10 WIB

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:29 WIB

Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:10 WIB

Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:22 WIB

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15 WIB

Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Berita Terbaru