BOGOR, Mevin.ID – Jika biasanya pejabat publik mendadak “raib” atau mengaku ada acara lain saat didatangi massa, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim kali ini tak berkutik.
Bukan lewat demo anarkis, ratusan warga yang tergabung dalam komunitas Bogor Leumpunk Club’s (BLC) berhasil “memaksa” sang wali kota duduk lesehan untuk mendengar uneg-uneg warga, Senin (16/2/2026).
BLC, komunitas jalan kaki dengan jargon ekstrem “Sehat, Berguna, atau Mati”, membuktikan bahwa komunikasi publik yang humanis jauh lebih ampuh daripada aksi tutup jalan.
Dari “Terminal Bayangan” ke Ruang Tamu Lesehan
Aksi BLC ini merupakan kelanjutan dari kegelisahan warga setelah sebelumnya Balai Kota Bogor sempat disatroni ratusan sopir angkot pada Januari lalu. Saat itu, Wali Kota Dedie tak ada di tempat.
Namun, BLC punya cara berbeda. Setelah sempat “merangsek” pada awal Februari, mereka akhirnya diterima secara resmi namun tetap dengan gaya santai: lesehan di Ruang Tamu Paseban Sri Baduga.
Dalam pertemuan bertajuk “Bersua-Ra: Paksa Bicara x BLC”, kursi-kursi mewah disingkirkan. Wali Kota Dedie A. Rachim didampingi Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin dan jajaran Forkopimda tampak duduk sejajar dengan warga.
Menagih Janji “Bogor Beres”
Ada beberapa poin kritis yang disampaikan para pejalan kaki ini kepada Pemkot Bogor:
- Fasilitas Pejalan Kaki: Menuntut trotoar yang layak dan tidak asal-asalan dalam pembangunan.
- Sindiran Jargon: Menyentil jargon “Bogor Beres” yang menurut warga kondisinya justru belum beres-beres, terutama soal infrastruktur.
- Jalan Berlubang: Melaporkan banyaknya titik jalan rusak yang membahayakan.
- Parkir Liar & Sampah: Mendesak solusi konkret atas semrawutnya parkir dan pengelolaan sampah yang belum optimal.
Respons Pemkot: “Tingkat Harapan Masyarakat Sangat Tinggi”
Menanggapi “gerebekan” aspirasi tersebut, Wali Kota Dedie Rachim menyampaikan apresiasinya. Ia mengakui bahwa ekspektasi warga Bogor memang sangat tinggi.
“Apa yang disampaikan itu sama dengan pemikiran saya dan Pak Wakil. Mengenai jalan, dari 32 titik jalan kota yang berlubang, 30 di antaranya sudah diperbaiki atau mencapai 90 persen,” ujar Dedie.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa jalan rusak merupakan kewenangan pusat dan provinsi, namun pihaknya telah melayangkan surat desakan perbaikan sebanyak tiga kali.
Terkait fasilitas publik, Dedie memerintahkan Dinas Perhubungan untuk segera menindaklanjuti penambahan halte Biskita sesuai masukan warga.
“Anjing Penjaga” Kota
Meski pertemuan berakhir akrab dengan sajian penganan tradisional, pegiat BLC menegaskan posisi mereka tetap sebagai “anjing penjaga” (watchdog).
Mereka akan terus menyusuri sudut-sudut kota dengan berjalan kaki untuk mengawasi kinerja Pemkot Bogor.
Pertemuan ini menjadi preseden penting di Bogor: bahwa demokrasi tidak harus selalu berisik di jalanan, tapi bisa dimulai dari keterbukaan pintu Balai Kota untuk duduk sejajar dengan rakyatnya.***
Penulis : Dadi Munardi
Editor : Bar Bernad















![BPTJ akan membatasi truk angkutan barang di masa libur Nataru 2023, mulai 24 Desember. [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/tom]](https://mevin.id/wp-content/uploads/2026/03/29108-jalan-tol-jakarta-cikampek-ditutup-imbas-demo-buruh-di-cikarang-360x200.webp)










