Cimahi, Mevin.ID – Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara resmi menggelar koordinasi bersama kalangan dunia usaha di Ballroom Pelayanan Publik Kota Cimahi.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Partisipasi Masyarakat dan Dunia Usaha dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana” ini bertujuan untuk membangun ketangguhan kota dalam menghadapi potensi bencana melalui kolaborasi lintas sektor.
Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudisthira, dan dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari perwakilan perusahaan di Kota Cimahi, camat, lurah, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FRB) tingkat kelurahan.
Pentingnya Kolaborasi di Tengah Keterbatasan
Dalam sambutannya, Adhitia menekankan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial oleh pemerintah saja. Partisipasi aktif dari masyarakat dan dunia usaha menjadi kunci untuk mengoptimalkan upaya penanggulangan, terutama dalam proses pemulihan pascabencana.
“Salah satu tantangan yang dihadapi BPBD saat ini adalah keterbatasan anggaran. Namun, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi hambatan dalam melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana,” tegas Adhitia kepada awak media.

Ia mengajak sektor privat untuk bersinergi secara intensif dengan pemerintah. Menurutnya, dunia usaha memiliki kepentingan besar dalam hal ini, mengingat operasional bisnis juga akan terdampak signifikan jika bencana terjadi.
Dunia Usaha sebagai Pilar Strategis
Hadir sebagai salah satu narasumber, Ketua LPBI NU Jawa Barat, Dadang Sudardja, memaparkan bahwa dunia usaha adalah pilar pendukung strategis karena memiliki kapasitas teknologi dan jaringan logistik yang mumpuni.
Dadang menyoroti tiga alasan fundamental mengapa perusahaan harus terlibat aktif:
1. Keberlangsungan Ekonomi: Lingkungan yang tangguh memastikan operasional bisnis tetap berjalan meski di tengah krisis.
2. Sumber Daya & Logistik: Sektor usaha memiliki kecepatan akselerasi dalam menyediakan bantuan saat darurat.
3. Perlindungan Aset: Pekerja adalah aset utama yang harus dilindungi demi kemanusiaan, bukan sekadar instrumen produksi.
Langkah Strategis Menuju Lingkungan Kerja Tangguh
Dalam diskusi tersebut, dirumuskan beberapa langkah nyata yang harus segera diimplementasikan oleh dunia usaha di Cimahi, antara lain:
1. Integrasi SOP: Menjadikan simulasi bencana dan audit keamanan bangunan sebagai standar rutin.
2. CSR Berbasis Kebencanaan: Membina masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan agar tercipta ketangguhan komunal.
3. Sinkronisasi Data: Berkolaborasi dengan BPBD dalam memetakan risiko agar tindakan penanggulangan lebih tepat sasaran.
“Bencana adalah urusan bersama. Kolaborasi antara BPBD, masyarakat, dan dunia usaha adalah manifestasi nyata dari semangat gotong royong modern,” pungkas Dadang.
Selain Dadang Sudardja, kegiatan ini juga menghadirkan pakar manajemen bencana Dr. dr. Bagus Tjahjono, MPH (UNJANI), Drs. Pangarso Suyotomo, M.MB (BNPB), dan Ir. Budi Wibisono Yuwono (APINDO Cimahi) sebagai narasumber.***


























