Siswa MIN 2 Meninggal Dunia, Benarkah Karena Keracunan Burger MBG?

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU UTARA, Mevin.ID – Kabar duka itu menyebar cepat melalui grup-grup WhatsApp wali murid di Ketahun, Bengkulu Utara.

Seorang siswa kelas 1B di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (28/2/2026), setelah sempat berjuang melawan kondisi medis yang diduga kuat berkaitan dengan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disantapnya di sekolah.

Tragedi ini seketika mengubah antusiasme program nasional menjadi kecemasan kolektif bagi para orang tua siswa.

Kronologi yang Menggetarkan Hati

Semuanya bermula dari keceriaan biasa di sekolah. Siswa tersebut menerima paket MBG berupa burger, pisang, dan kacang hijau.

Namun, keceriaan itu berubah menjadi kepanikan saat gejala gangguan kesehatan mulai muncul usai menyantap hidangan tersebut.

Di grup WhatsApp “Kelas 1B MIN 2 BU”, sebuah imbauan mendesak sempat dikirimkan agar para wali murid segera melarang anak-anak mereka mengonsumsi paket burger yang belum dimakan.

Foto sang bocah yang tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sempat viral, menjadi potret pilu yang memicu ketakutan luar biasa di kalangan warga.

Polisi Bergerak: Mencari Jejak di Sampel Makanan

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya siswa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pastinya. Kami sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar,” tegas Kapolres.

Polisi telah bergerak cepat dengan:

  • Mengamankan sampel makanan (roti burger, pisang, dan kacang) untuk uji laboratorium.
  • Meminta keterangan dari pihak sekolah dan penyedia makanan (supplier).
  • Melakukan audit terhadap tenaga medis yang menangani korban sejak awal masuk rumah sakit.

Meski sejauh ini hanya satu siswa yang dilaporkan mengalami gejala fatal hingga meninggal dunia, polisi tetap melakukan investigasi menyeluruh untuk melihat apakah ada unsur kelalaian dalam standar higienitas distribusi makanan tersebut.

Evaluasi Keamanan Pangan Sekolah

Insiden ini memicu gelombang kritik dan pertanyaan serius mengenai pengawasan program MBG.

Sebelumnya, di wilayah lain seperti Bengkulu Selatan, menu MBG juga sempat mendapat sorotan dan klarifikasi dari pihak penyedia karena porsi dan kualitasnya.

Kematian siswa di Ketahun ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan penyedia jasa boga. Keamanan pangan di sekolah bukan sekadar soal pemenuhan gizi, melainkan menyangkut nyawa yang tak ternilai harganya.

Kini, warga Bengkulu Utara menanti dengan cemas hasil uji laboratorium. Apakah ini murni insiden medis individu atau ada “bom waktu” dalam proses penyediaan makanan massal tersebut?

Jawaban tersebut sangat dinanti demi memastikan tidak ada lagi kursi kelas yang kosong karena alasan yang seharusnya bisa dicegah.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: BengkuluToday

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep
Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak
Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026
Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat
Kades Hoho Temui Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Bahas Keamanan hingga Tata Kelola Desa
Ngeri! Begal Tusuk Ojol Wanita di Jembatan Gantung Rancamanyar Bandung pada Sabtu Tengah Malam

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:43 WIB

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:44 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:30 WIB

Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:06 WIB

Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:28 WIB

Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat

Berita Terbaru