SITUBONDO, Mevin.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo merilis estimasi awal kerugian materiil akibat banjir bandang yang menerjang pada Rabu (21/1) lalu. Hingga Selasa (27/1/2026), kerugian diprediksi telah mencapai sedikitnya Rp15 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi kerusakan pada infrastruktur vital, fasilitas umum, hingga permukiman warga.
“Kerusakan akibat banjir bandang cukup parah. Sementara kami perkirakan mencapai Rp15 miliar, dan ini belum termasuk dampak di sektor pertanian,” ungkap Timbul di Situbondo.
Infrastruktur Lumpuh dan Sekolah Terendam
Banjir akibat luapan sungai tersebut memutus urat nadi transportasi antardesa. Salah satu dampak paling signifikan adalah terputusnya jembatan yang menghubungkan Desa Patemon dan Desa Wringinanom di Kecamatan Jatibanteng.
Selain infrastruktur jalan, sektor pendidikan turut terpukul hebat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mencatat 21 lembaga pendidikan (SD dan SMP) terendam banjir.
-
Terdampak Paling Parah: SDN 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur.
-
Kerusakan: Tembok pagar belakang ambruk serta material lumpur dan sampah yang masuk ke ruang-ruang kelas.
Sebaran Dampak di 6 Kecamatan
Data BPBD mencatat sebanyak 7.435 unit rumah warga terdampak yang tersebar di enam kecamatan. Berikut adalah wilayah dengan dampak kerusakan tertinggi:
| Kecamatan | Jumlah Rumah Terdampak | Desa Terdampak Parah |
| Besuki | 5.414 Rumah | Desa Pesisir & Desa Besuki |
| Banyuglugur | 1.271 Rumah | Desa Kalianget |
| Mlandingan | 402 Rumah | Desa Selomukti |
| Kendit | 227 Rumah | Desa Kendit |
| Bungatan | 113 Rumah | Desa Mlandingan Wetan |
| Jatibanteng | 8 Rumah | Desa Curah Suri |
Penanganan Pasca-Bencana
Saat ini, pemerintah daerah fokus pada normalisasi aliran sungai dan pembersihan material longsor yang menimbun akses jalan desa. Pelayanan sosial bagi pengungsi dan warga terdampak juga terus disiagakan.
“Dapur umum dan posko kesehatan masih tetap melayani masyarakat. Kami melakukan evaluasi setiap tiga hari untuk memastikan bantuan diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan,” tegas Timbul.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat proses pembaruan data dampak bencana masih terus berjalan, dan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur masih perlu diantisipasi.***
Editor : Bar Bernad
Sumber Berita: Antara


























