Skandal Korupsi Pajak: Eks Kepala KPP Madya Banjarmasin Diduga Kuasai 12 Perusahaan!

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono (depan) berjalan menuju mobil tahanan setelah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai salah satu tersangka dugaan tindak pidana korupsi, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (ANTARA/Rio Feisal)

i

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono (depan) berjalan menuju mobil tahanan setelah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai salah satu tersangka dugaan tindak pidana korupsi, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (ANTARA/Rio Feisal)

JAKARTA, Mevin.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta mengejutkan terkait profil Mulyono (MLY), tersangka kasus dugaan suap restitusi pajak. Meski berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin ini tercatat memiliki jabatan di belasan perusahaan swasta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa Mulyono diduga kuat melakukan rangkap jabatan yang tidak wajar selama masa pengabdiannya.

“Bisa merangkap jabatan sebagai direksi atau komisaris di sejumlah perusahaan, bahkan juga perusahaannya mencapai lebih dari 10. Ada 12 perusahaan,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/2).

Modus Layering dan Kaitan Pajak

Penyidik KPK kini tengah mendalami motif di balik kepemilikan belasan perusahaan tersebut. Ada dugaan kuat bahwa perusahaan-perusahaan ini digunakan sebagai instrumen untuk menyamarkan asal-usul uang hasil korupsi.

Budi menjelaskan bahwa KPK akan membedah apakah perusahaan tersebut berfungsi sebagai:

  • Layering: Upaya pemisahan atau pencucian uang untuk menyembunyikan jejak tindak pidana korupsi.

  • Alat Manipulasi: Melihat keterkaitan perusahaan-perusahaan tersebut dengan aspek perpajakan atau pengaturan restitusi.

“Tentu itu juga akan didalami penyidik selain pokok perkara dugaan suap dalam pengaturan restitusi pajak,” tambah Budi.

Kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Kasus ini mencuat setelah tim Satgas KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan di lingkungan KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada awal Februari 2026. Berikut linimasa singkatnya:

  • 4 Februari 2026: KPK melakukan OTT di Banjarmasin dan mengamankan Mulyono beserta pihak swasta terkait dugaan suap restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor perkebunan kelapa sawit.

  • 5 Februari 2026: KPK resmi menetapkan tiga tersangka utama:

    1. Mulyono (MLY) – Eks Kepala KPP Madya Banjarmasin.

    2. Dian Jaya Demega (DJD) – Pegawai Pajak KPP Madya Banjarmasin.

    3. Venasius Jenarus Genggor (VNZ) – Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti.

“Praktik rangkap jabatan oleh pejabat publik di sektor krusial seperti pajak menjadi lampu merah bagi integritas birokrasi kita.”

KPK menegaskan bahwa pengembangan kasus ini tidak akan berhenti pada suap restitusi saja, melainkan akan mengejar potensi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jika ditemukan bukti kuat dari 12 perusahaan yang terafiliasi dengan tersangka.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Berita Terbaru