Jakarta, Mevin.ID — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan sepuluh nama penerima gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025). Salah satu nama yang dipastikan masuk dalam daftar tersebut adalah Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Kepastian itu diungkapkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat ditemui di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).
“Besok, Insya Allah akan diumumkan. Ya, masuk, masuk,” kata Prasetyo saat ditanya soal Soeharto.
Pemerintah menyebut, sepuluh tokoh yang dipilih dinilai memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara sebagai alasan pemberian gelar.
Figur Berjasa atau Warisan Kontroversi?
Nama Soeharto sejak awal menjadi sorotan publik. Ia memimpin Indonesia selama 32 tahun dengan catatan pembangunan ekonomi, namun juga meninggalkan sejarah gelap penuh pelanggaran HAM.
Dari 49 nama yang dikaji Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan tahun ini, figur lain yang juga ramai diperbincangkan termasuk Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan aktivis buruh Marsinah.
Pro-kontra pun mengemuka. Lebih dari 500 aktivis dan akademisi menyatakan penolakan, mengingat catatan pelanggaran HAM pada era Orde Baru—termasuk tragedi 1965 dan represi politik terhadap oposisi.
Namun dukungan juga muncul, terutama dari sejumlah ormas Islam seperti PBNU dan MUI, yang menilai Soeharto memiliki jasa besar menjaga stabilitas nasional dan pembangunan.
Hari Pahlawan yang Sarat Tafsir
Perdebatan ini menegaskan satu hal: gelar Pahlawan Nasional bukan sekadar seremoni. Ia adalah penilaian sejarah, yang memengaruhi generasi hari ini dan seterusnya dalam memahami siapa yang layak dikenang sebagai pahlawan.
Kini publik menunggu apakah pemberian gelar tersebut akan menjadi momentum rekonsiliasi sejarah, atau justru membuka luka lama yang belum tuntas dipertanggungjawabkan. Jawabannya akan terungkap besok.***


























