Solidaritas Antardaerah: Pemda Se-Indonesia “Urunan” Bantu Pulihkan 52 Wilayah Banjir Sumatra

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mevin.ID – Semangat gotong royong antar pemerintah daerah di Indonesia sedang diuji. Melalui instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), seluruh jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) di Indonesia sepakat untuk “urunan” atau bahu-membahu menyalurkan bantuan bagi 52 daerah yang terdampak bencana banjir besar di Sumatra.

Bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat ini tercatat memberikan dampak signifikan, dengan puluhan kabupaten/kota mengalami kerusakan kategori berat.

Gunakan Dana Tak Terduga (BTT)

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zarnubi, menyatakan bahwa pihaknya telah menggerakkan seluruh anggota untuk meringankan beban daerah terdampak.

Bantuan ini bersumber dari pos Dana Tidak Terduga (BTT) yang ada dalam APBD masing-masing daerah.

“APKASI memanfaatkan dana tidak terduga di APBD untuk menyalurkan bantuan uang tunai serta logistik. Kami memastikan kebutuhan pangan dan sandang sampai ke masyarakat yang paling membutuhkan,” ujar Bursah dalam wawancara di Nation Hub baru-baru ini.

52 Daerah Terdampak, 40 Mengalami Kerusakan Berat

Berdasarkan data yang dihimpun APKASI, terdapat sekitar 52 kabupaten/kota yang tersapu banjir Sumatra. Dari jumlah tersebut, sekitar 38 hingga 40 daerah dilaporkan berada dalam kondisi kritis atau dampak berat.

Untuk memastikan bantuan tetap sasaran, APKASI menjalankan sistem penyaluran langsung ke titik tujuan tanpa birokrasi yang berbelit-belit. Hal ini dilakukan agar kebutuhan mendesak warga di pengungsian bisa segera terpenuhi.

Dorong Percepatan Rehabilitasi

Selain bantuan logistik jangka pendek, APKASI juga tengah mendorong percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak. Pasalnya, banjir kali ini tidak hanya merusak pemukiman, tetapi juga memutus akses ekonomi di banyak wilayah Sumatra.

Langkah “urunan” nasional ini menjadi preseden penting dalam manajemen bencana di Indonesia, di mana daerah yang tidak terdampak secara aktif mensubsidi daerah yang sedang dilanda krisis demi stabilitas nasional.***

 

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK
Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak
TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO
Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:32 WIB

Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:02 WIB

Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:00 WIB

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:06 WIB

Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:32 WIB

Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak

Berita Terbaru