Bogor, Mevin.ID – Badan Pengelola Investasi Danantara menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, pada awal tahun 2026. Proyek ini diharapkan menjadi solusi permanen atas kondisi darurat sampah di wilayah Bogor Raya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa target ini merupakan sinyal kuat adanya percepatan koordinasi lintas sektor agar pembangunan tidak menemui kendala di kemudian hari.
“Keinginan dari Danantara adalah memastikan tidak ada ekses dari rencana ini. Artinya, ketika groundbreaking dilakukan nanti, sudah tidak ada lagi isu, baik administratif, teknis, maupun sosial,” ujar Dedie di Kota Bogor, Senin (22/12/2025).
Lahan 5 Hektare dan Mitigasi Sosial
Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di kawasan TPA Galuga. Selain kesiapan lahan, pemerintah daerah fokus pada mitigasi dampak sosial, terutama bagi warga yang selama ini menggantungkan hidup sebagai pemulung.
“Masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung akan didata untuk dicarikan solusi terbaik. Kami tidak ingin proyek ini justru menimbulkan dampak sosial baru,” tambah Dedie.
Fase Darurat Sampah Bogor Raya
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau lokasi TPA Galuga pada Minggu (21/12), menegaskan urgensi proyek ini. Saat ini, timbulan sampah di wilayah Bogor Raya telah mencapai 4.000 ton per hari.
“Kondisinya sudah berada pada fase darurat. Targetnya groundbreaking dapat dilakukan pada Februari 2026. Namun, untuk bisa beroperasi penuh, fasilitas ini masih membutuhkan waktu pembangunan sekitar dua tahun,” jelas Hanif.
Berikut adalah beberapa poin utama terkait urgensi Proyek PSEL WTE Galuga:
-
Pengadaan Barang: Saat ini ditangani oleh Danantara dan sudah memasuki tahap klarifikasi unit.
-
Dampak Ekosistem: Keberhasilan di Bogor krusial karena posisinya sebagai hulu DAS Ciliwung dan Cisadane yang berdampak langsung pada Depok, Tangerang, hingga Jakarta.
-
Teknologi: Mengusung konsep Waste to Energy (WTE) untuk mengonversi sampah menjadi energi listrik yang bermanfaat.
Harapan Baru Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Menteri LH mengapresiasi kolaborasi antara Pemkot dan Pemkab Bogor dalam menyiapkan infrastruktur ini.
Proyek PSEL Galuga diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang mampu menjaga kualitas air di wilayah hilir Jakarta dan sekitarnya.***


























