Spanduk Penolakan Relokasi Terminal Cicaheum Bermunculan, Warga dan Pekerja Gelisah

- Redaksi

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Mevin.ID — Sejumlah spanduk penolakan rencana relokasi Terminal Cicaheum mulai bermunculan di berbagai titik sejak akhir pekan lalu. Meski begitu, aktivitas layanan dan operasional terminal tetap berlangsung normal.

Aroma kegelisahan justru paling terasa di kalangan pekerja yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup di terminal ini. Eman, seorang porter yang sudah 25 tahun bekerja di Cicaheum, mengaku khawatir masa depannya akan terguncang bila pemindahan benar terjadi.

“Saya keberatan. Sudah 25 tahun kerja di sini. Usaha saya hanya di sini. Kalau pindah, saya bingung harus bagaimana,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Menurut Eman, para penumpang pun sering menanyakan kebenaran kabar relokasi karena isu tersebut kembali ramai di media sosial beberapa pekan terakhir.

Belum Ada Sosialisasi Resmi, Kebijakan Masih di Pemerintah Pusat

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, membenarkan keberadaan spanduk penolakan yang kini terpasang di area terminal. Ia menilai itu sebagai bentuk ekspresi wajar dari warga, pedagang, pengemudi, hingga pekerja yang ekonominya bertumpu pada aktivitas terminal.

Asep menegaskan hingga saat ini belum ada sosialisasi resmi dari pemerintah mengenai rencana pemindahan yang disebut-sebut akan mulai digarap pada tahun 2026.

“Kebijakan ada di pemerintah pusat. Bukan dari Dishub Kota Bandung. Kami hanya menjalankan operasional di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, wacana relokasi sebenarnya sudah muncul sejak era Wali Kota Ridwan Kamil. Namun isu tersebut kembali mencuat setelah menjadi perbincangan publik dan memicu kecemasan para pelaku ekonomi di sekitar terminal.

Masyarakat Makin Kuatkan Penolakan

Dalam beberapa hari terakhir, intensitas penolakan terlihat meningkat. Spanduk berisi pesan “Tolak Relokasi Terminal Cicaheum” hingga “Jangan Matikan Ekonomi Warga” terbentang di sejumlah titik akses terminal.

Para pekerja kecil, pedagang, sopir angkutan, hingga warga sekitar khawatir relokasi akan memutus arus ekonomi yang selama puluhan tahun tumbuh di kawasan tersebut.

Asep menyebut pihak terminal membuka ruang komunikasi, tetapi arah kebijakan tetap berada di tangan pemerintah pusat.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Bandung Terasa Lebih Dingin Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG
Proyek Geothermal Cipendawa Memanas, Warga Pasircina Usir Paksa Alat Berat PT DMGP
Viral! Emak-Emak Lumajang Minta Gunung Semeru Dipindah: ‘Biar saya aman di sini’
Bertaruh Nyawa di Teras Musala: Kisah Mata Nuraini, Ibu di Palembang yang Melahirkan dalam Keterbatasan
Tragis! Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa Secara Brutal, Korban Alami Trauma Berat
14 Ton Kabel Optik di Buahbatu Diturunkan, 2 Jalur Ini Jadi Sasaran Diskominfo & Apjatel Selanjutnya 
Evaluasi Wisata Bandung: Walkot Farhan Temukan Banyak Kotoran Manusia di Ruas Jalan Utama
Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:39 WIB

Mengapa Bandung Terasa Lebih Dingin Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:50 WIB

Proyek Geothermal Cipendawa Memanas, Warga Pasircina Usir Paksa Alat Berat PT DMGP

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:40 WIB

Viral! Emak-Emak Lumajang Minta Gunung Semeru Dipindah: ‘Biar saya aman di sini’

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:55 WIB

Bertaruh Nyawa di Teras Musala: Kisah Mata Nuraini, Ibu di Palembang yang Melahirkan dalam Keterbatasan

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:50 WIB

Tragis! Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa Secara Brutal, Korban Alami Trauma Berat

Berita Terbaru