Sri Mulyani Promosikan Indonesia di Washington: Siap Jadi Pemain Kunci Rantai Nilai Global

- Redaksi

Jumat, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Pers Perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat secara daring Jakarta, Kamis (25/4/2025) (ANTARA/Bayu Saputra)

Konferensi Pers Perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat secara daring Jakarta, Kamis (25/4/2025) (ANTARA/Bayu Saputra)

Jakarta, Mevin.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membawa pesan optimisme ke jantung ekonomi Amerika. Di hadapan Kamar Dagang AS (US Chamber of Commerce) di Washington D.C., Sri Mulyani menegaskan bahwa Indonesia siap naik kelas sebagai pemain penting dalam rantai nilai global yang berkelanjutan.

“Indonesia melihat potensi besar untuk mengembangkan diri menjadi pemain kunci dalam rantai nilai global,” kata Sri Mulyani, seperti dikutip dari unggahannya di Instagram, Jumat (25/4).

Ia menekankan bahwa keterbukaan ekonomi telah menjadi pondasi strategis bagi Indonesia dalam menciptakan pertumbuhan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, kerja sama internasional dinilai sebagai fondasi penting untuk mengatasi berbagai tantangan global.

Di forum yang mempertemukan pengambil kebijakan dan pelaku bisnis itu, Sri Mulyani menyebut Indonesia kini fokus pada tiga prioritas utama: transformasi digital, ketahanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia—termasuk kesehatan masyarakat. Di sinilah peluang kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan AS terbuka lebar.

“Kami percaya bahwa kemitraan kuat antara Indonesia dan komunitas bisnis di Amerika Serikat akan memainkan peran penting dalam membangun ekonomi global yang tangguh, adil, dan siap menghadapi masa depan,” ucapnya.

Menkeu juga menyebut pertemuan tersebut sebagai momen emas untuk membangun kemitraan “win-win collaboration” sebagaimana yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Kami terbuka untuk bermitra dengan berbagai pihak, termasuk dari Amerika Serikat,” tegasnya.

Sementara itu, dari tanah air, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa seluruh langkah negosiasi Indonesia dengan AS—termasuk soal tarif resiprokal—tetap berpegang teguh pada kepentingan nasional.

Menurut Airlangga, pendekatan Indonesia dalam perundingan perdagangan bersifat adil dan seimbang, serta dirancang untuk memberikan manfaat konkret bagi sektor-sektor strategis nasional.

“Tawaran kita kepada AS untuk kerja sama perdagangan yang fair and square sepenuhnya berbasis pada strategi menjaga keseimbangan manfaat di lima sektor utama,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat.

Indonesia kini berada di titik krusial dalam diplomasi ekonominya—antara memperkuat posisi domestik dan membuka lebih banyak peluang di panggung global. Dan pesan dari Washington jelas: peluang terbuka, saatnya Indonesia bermain lebih besar.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan “Bersih-Bersih” BUMD: Gubernur Jabar Pangkas Puluhan Perusahaan Jadi Satu Super Holding
Dedi Mulyadi Berang: Utang BUMN Rp3,7 Triliun di Bank BJB Jadi Beban Jawa Barat, Ini Daftarnya
Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat!
Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 
Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun
Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara
Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini
Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:59 WIB

Gebrakan “Bersih-Bersih” BUMD: Gubernur Jabar Pangkas Puluhan Perusahaan Jadi Satu Super Holding

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:21 WIB

Dedi Mulyadi Berang: Utang BUMN Rp3,7 Triliun di Bank BJB Jadi Beban Jawa Barat, Ini Daftarnya

Senin, 19 Januari 2026 - 22:34 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat!

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:15 WIB

Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:44 WIB

Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun

Berita Terbaru