Sri Mulyani: Tarif Resiprokal AS Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Pers Perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat secara daring Jakarta, Kamis (25/4/2025) (ANTARA/Bayu Saputra)

i

Konferensi Pers Perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat secara daring Jakarta, Kamis (25/4/2025) (ANTARA/Bayu Saputra)

Jakarta, Mevin.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan optimisme terkait strategi Indonesia dalam menghadapi kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya akan meredakan gejolak ekonomi, tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam sesi wawancara di sela-sela IMF-World Bank Spring Meetings 2025, Sri Mulyani menjelaskan bahwa langkah-langkah yang telah disiapkan oleh Pemerintah Indonesia bertujuan untuk meredam dampak negatif dari kebijakan tarif tersebut dan sekaligus menggali kesempatan baru bagi perekonomian Indonesia.

Ia menambahkan, “Langkah-langkah yang telah disiapkan tidak hanya mampu meredam guncangan yang terjadi, tetapi juga membuka banyak kesempatan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.”

Pemerintah Indonesia, lanjut Sri Mulyani, memilih pendekatan dialogis dalam bernegosiasi dengan Pemerintah AS untuk memahami lebih jauh sudut pandang mereka.

Selain itu, Indonesia menawarkan beberapa opsi yang dapat memangkas defisit neraca perdagangan AS terhadap Indonesia. Salah satu fokus utama dalam negosiasi ini adalah mengurangi hambatan perdagangan, baik dari sisi tarif maupun non-tarif, melalui deregulasi dan reformasi administrasi.

Selain itu, Indonesia juga berupaya untuk diversifikasi negara tujuan ekspor guna mengurangi ketergantungan pada pasar AS. “Diskusi dengan berbagai mitra, seperti ASEAN Plus Three dan Uni Eropa, terus dijalin dengan baik demi menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperkirakan proses penyeimbangan defisit perdagangan AS terhadap negara-negara mitra akan memakan waktu antara dua hingga tiga tahun. Dalam upaya penyeimbangan ini, Pemerintah AS kini mendorong kebijakan tarif resiprokal sebagai salah satu solusi.

Indonesia sendiri dikenakan tarif resiprokal sebesar 32 persen. Sejak kebijakan tarif tersebut diberlakukan, Indonesia secara aktif merespons dengan melakukan serangkaian negosiasi dan diplomasi dagang dengan AS.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Indonesia mendapat apresiasi dari pemerintah dan pelaku usaha AS karena bergerak cepat dan menyampaikan proposal kerja sama yang komprehensif.

Dalam proses perundingan, Indonesia menawarkan lima poin manfaat utama dalam proposalnya, yang mencakup ketahanan energi nasional, akses pasar ekspor, deregulasi usaha dan investasi, kerja sama rantai pasok industri strategis dan mineral kritis, serta akses teknologi dan inovasi.

Kedua negara telah sepakat untuk melanjutkan pembahasan teknis yang lebih intensif dalam dua pekan ke depan untuk mencari solusi konkret yang saling menguntungkan.

Sebagai dasar hukum kerja sama, Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) juga telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) untuk Bilateral Agreement on Reciprocal Trade, Investment, and Economic Security.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wasekjen Projo Zulhamedy Syamsi: UU BUMN No. 19 Tahun 2025 Perkuat Akuntabilitas Publik dan Tata Kelola Korporasi
Lampu Kuning! Bappenas Sebut Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Jakarta dan Jatim Jadi Sorotan Utama
Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus
Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik
Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG
bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H
Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis
Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:54 WIB

Wasekjen Projo Zulhamedy Syamsi: UU BUMN No. 19 Tahun 2025 Perkuat Akuntabilitas Publik dan Tata Kelola Korporasi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:56 WIB

Lampu Kuning! Bappenas Sebut Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Jakarta dan Jatim Jadi Sorotan Utama

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:06 WIB

Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus

Senin, 9 Maret 2026 - 20:18 WIB

Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG

Berita Terbaru