Stiker Keluarga Miskin Ukuran Jumbo Bikin Ratusan Warga Mundur dari Penerima Bansos di Majalengka 

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, Mevin.ID – Sebanyak ratusan warga di Kabupaten Majalengka secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial (bansos).

Fenomena ini terjadi setelah Pemerintah Kabupaten Majalengka menerapkan kebijakan pemasangan stiker bertuliskan “Kami Keluarga Penerima Bantuan” di rumah-rumah warga penerima manfaat.

Kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Majalengka Nomor 400.10.4.4/1/2026 tentang Imbauan Labelisasi Penerima Bantuan Sosial ini bertujuan untuk menciptakan transparansi dan memastikan bansos tepat sasaran.

Dinas Sosial Kabupaten Majalengka bersama pemerintah desa pun turun langsung melakukan pemasangan stiker, salah satunya di Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran.

Kepala Desa Jatiserang, Tirta Wirahman, mengungkapkan bahwa program yang digagas Bupati Eman Suherman tersebut terbukti efektif.

Rasa malu menjadi faktor utama pendorong warga yang sebenarnya sudah mampu untuk tidak lagi menerima bansos.

“Masyarakat yang layak kan malu rumahnya dipasangi stiker, sehingga mereka berinisiatif sendiri, tanpa ada paksaan, untuk mengundurkan diri. Ini juga demi ada rasa keadilan,” ujar Tirta, dikutip Jumat (20/2/2026).

Di Desa Jatiserang sendiri, tercatat sebanyak 1.512 penerima bansos dari pemerintah. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 800 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terpasang stiker. Hal ini disebabkan karena dalam satu keluarga bisa menerima lebih dari satu jenis bantuan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Apip Supriyanto, membenarkan efektivitas metode tersebut.

Pihaknya mencatat penerima manfaat di Majalengka meliputi 52.991 orang untuk Program Keluarga Harapan (PKH), 123.036 orang untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), 213.047 orang untuk Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS), dan 135.130 orang untuk Bantuan Pangan (BAPANG).

“Ada masyarakat yang enggan dipasangi stiker karena merasa sudah mampu. Makanya secara otomatis ketika mau dipasangi stiker, mereka mengundurkan diri,” kata Apip.

Ia menambahkan bahwa selama ini masih ditemukan warga yang kondisi ekonominya sudah membaik namun masih tercatat sebagai penerima bansos. Pihaknya berharap dengan adanya labelisasi ini, penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa kebijakan ini sama sekali bukan untuk mempermalukan warganya.

Sebaliknya, ini adalah langkah keterbukaan agar lingkungan sekitar dapat bersama-sama melakukan pengawasan.

“Penempelan stiker ini bertujuan untuk transparansi dan pengawasan bersama. Bukan untuk mempermalukan, tetapi agar data penerima bantuan bisa diketahui secara terbuka oleh lingkungan sekitar,” tegas Eman.

Menurutnya, apabila terdapat warga yang kondisi ekonominya sudah membaik namun masih tercatat sebagai penerima, diharapkan dengan kesadaran sendiri dapat mengundurkan diri.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Pusat untuk memperbaiki validitas data penerima bantuan serta mencegah potensi ketidaktepatan sasaran.

“Kami ingin menumbuhkan kejujuran dan keadilan sosial. Jika sudah mampu, mari beri kesempatan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” pungkasnya.

Dengan adanya program ini, Pemkab Majalengka optimistis bansos dapat lebih tepat guna dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis
Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi
Pererat Silaturahmi, DPK Apindo Bekasi Santuni Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Tuna Netra
Drainase Buruk, Hujan Deras Rendam Jalan Ciapus Tamansari: Akses Warga Calobak Terhambat
Teror dari Lubang Kakus: Saat Ular Piton 3 Meter Menjadikan Septic Tank Kos-Kosan Cikarang Sebagai Markas
Geledah Kantor KONI, Kejari Majalengka Usut Dugaan Korupsi Hibah Rp6 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:06 WIB

Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:40 WIB

Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:08 WIB

Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:28 WIB

Pererat Silaturahmi, DPK Apindo Bekasi Santuni Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Tuna Netra

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:04 WIB

Drainase Buruk, Hujan Deras Rendam Jalan Ciapus Tamansari: Akses Warga Calobak Terhambat

Berita Terbaru