Stok Melimpah, Harga Beras Tetap Naik: Zulhas Beberkan Alasannya

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mevin.ID – Pemerintah menegaskan target swasembada pangan bukan sekadar slogan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut produksi beras nasional menunjukkan tren meningkat tahun ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Tahun lalu kita impor 4,5 juta ton. Tahun ini, kata BPS, produksi beras naik dari 30 juta menjadi 34,77 juta ton,” ujar Zulhas dalam acara Hari Ritel Nasional, Selasa (11/11/2025).

Namun di tengah melimpahnya stok beras Bulog yang mencapai sekitar 4 juta ton, masyarakat masih mengeluhkan kenaikan harga beras. Pemerintah mengakui kondisi tersebut terjadi karena harga gabah secara bertahap dinaikkan untuk meningkatkan pendapatan petani.

“Gabah dari Rp5.500 naik menjadi Rp6.000 dan kini Rp6.500. Jadi harga beras pasti ikut naik. Tapi petani dua kali untung, produksinya naik dan harganya naik,” jelas Zulhas.

Menurutnya, kenaikan harga beras berkontribusi pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini berada di angka 124 dari sebelumnya 116. Pemerintah menganggap hal ini sebagai sinyal kesejahteraan petani yang membaik.

Meski begitu, pemerintah menyiapkan skema perlindungan agar daya beli masyarakat berpenghasilan rendah tidak terganggu. Salah satunya melalui beras SPHP Bulog yang dijual di pasar tradisional di bawah harga pasaran.

“Kita bantu lewat beras subsidi untuk masyarakat yang kurang mampu. Intinya pemberdayaan: rakyat harus produktif,” tegas Zulhas.

Pemerintah menyebut upaya peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, dan penguatan pasokan menjadi fokus dalam menjaga stabilitas pangan nasional ke depan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga
Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”
Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko
1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi
Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton
Majalengka, Dapur Bibit Nasional yang Menopang Mimpi Besar Indonesia Hijau
Jejak Luka di Batang Toru: Menteri LH Hentikan Operasi 3 Perusahaan di Hulu DAS, Termasuk BUMN
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Usulan Penghapusan Pajak BUMN dari Rosan Roeslani

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:27 WIB

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:39 WIB

Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:16 WIB

1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi

Senin, 8 Desember 2025 - 08:42 WIB

Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton

Berita Terbaru