Strategi Bojan Hodak: Persib Tak Butuh Indah, yang Penting Juara

- Redaksi

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen bercanda pelatih PERSIB, Bojan Hodak dengan Beckham Putra Nugraha menjelang sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (PERSIB.co.id/Barly Isham)

i

Momen bercanda pelatih PERSIB, Bojan Hodak dengan Beckham Putra Nugraha menjelang sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (PERSIB.co.id/Barly Isham)

Bandung, Mevin.ID — “Kamu tak harus bermain cantik untuk menang. Kamu hanya harus bermain efektif.” Kalimat itu mungkin tidak pernah diucapkan secara eksplisit oleh Bojan Hodak, tapi itulah filosofi yang melekat pada Persib Bandung selama dua musim terakhir—sebuah era kejayaan ulang Maung Bandung.

Persib, yang pernah dipuji karena permainan atraktif di bawah Luis Milla, berubah jadi mesin pendulang poin di tangan Bojan. Klub kebanggaan warga Jawa Barat ini dua kali mengangkat trofi Liga 1 secara beruntun, dan di balik semua perayaan “JU4RA DEUI”, terselip satu kunci utama: strategi simpel tapi mematikan.

Dari Posisi 16 ke Singgasana

Saat Bojan datang pada pertengahan musim 2023, Persib sedang di ambang krisis. Mereka berada di posisi ke-16 klasemen, hanya selisih satu dua langkah dari jurang degradasi. Namun, pelatih asal Kroasia itu tidak panik. Ia tidak mencoba mengulang pola tiki-taka khas Spanyol yang dibawa Milla. Sebaliknya, ia menyederhanakan semuanya.

Persib bermain “direct football”: mengalirkan bola secara vertikal secepat mungkin. Tak banyak operan pendek atau penguasaan bola sia-sia di tengah. Semua keputusan dibuat dengan satu tujuan: cetak gol secepat dan seefisien mungkin.

“Statistik boleh menunjukkan kami kalah dalam penguasaan bola. Tapi soal gol dan kemenangan, itu cerita lain,” kata Bojan dalam sebuah konferensi pers.

Menang Tanpa Banyak Sentuhan

Statistik mendukung pendekatannya. Sepanjang musim 2024/2025, Persib hanya mencatat rata-rata 294 umpan sukses per pertandingan, jauh di bawah Dewa United (421 umpan), namun bisa mencetak 55 gol—selisih lima gol saja dari Dewa.

Artinya, setiap peluang dimaksimalkan. Tak ada pemborosan bola. Setiap sentuhan dihitung.

Di sisi lain, pendekatan ini juga memperkuat pertahanan. Transisi cepat membuat lawan tak sempat membangun serangan balik. Persib hanya kebobolan 29 gol, atau 0,9 gol per pertandingan—terbaik di Liga 1 musim ini.

Efektivitas Lebih Penting dari Estetika

Gaya main Persib memang bukan untuk semua orang. Beberapa penonton menganggap mereka membosankan. Tapi bagi Bobotoh, kemenangan lebih indah daripada gerakan satu-dua di tengah lapangan.

“Kami bermain seperti mesin. Tidak menarik, tapi mematikan,” ujar Marc Klok, kapten tim.

Kunci keberhasilan strategi ini juga terletak pada kemampuan Bojan membaca situasi pertandingan dan membuat perubahan cepat. Saat melawan Barito Putera di pekan ke-32, Persib tertinggal lebih dulu dan kehilangan satu pemain di menit ke-84. Namun, alih-alih panik, Bojan menambah striker dan memasukkan Franca yang akhirnya memaksa gol bunuh diri lawan.

Kemenangan yang Lahir dari Kesederhanaan

Di tengah liga yang semakin mengarah ke gaya bermain modern, Bojan membuktikan bahwa kembali ke dasar bisa menjadi jalan keluar. Kesederhanaan sistem membuat pemain lebih cepat memahami peran mereka. Tak ada perintah rumit. Hanya fokus, kerja keras, dan transisi cepat.

Dan hasilnya nyata: dua gelar juara dalam dua musim, 65 poin, dan dominasi tanpa drama.

Kini, setelah domestik ditaklukkan, Bojan Hodak dan Maung Bandung menatap tantangan baru: kebangkitan di kancah Asia.

“Asia bukan mimpi. Ini tujuan,” kata Bojan singkat, namun tajam.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERSIB Kutuk Keras Serangan Rasisme Terhadap Kakang Rudianto dan Mikael Tata
Drama 4 Gol di GBT, Francisco Rivera Gagalkan Kemenangan Persib atas Persebaya
PERSIB Tantang Persebaya di Gelora Bung Tomo, Bojan Hodak: Tidak Ada Tim Favorit!
Garuda Muda Panggil Tiga Punggawa Persib, Siapkan Amunisi Jelang ASEAN Cup 2026
Waspada Serangan Balik Mematikan Persebaya, Bojan Hodak Beri Peringatan Keras ke Skuad Persib
Persib Bandung Bantai Madura United 5-0, Maung Bandung Kokoh di Puncak Klasemen
Ramon Tanque Menggila! Cetak Brace, Persib Bandung Hajar Madura United 3-0 di Babak Pertama
GBLA Membara! Tanpa Bojan Hodak, Persib Usung Misi Amankan Poin Penuh Lawan Madura United

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:46 WIB

PERSIB Kutuk Keras Serangan Rasisme Terhadap Kakang Rudianto dan Mikael Tata

Senin, 2 Maret 2026 - 22:51 WIB

Drama 4 Gol di GBT, Francisco Rivera Gagalkan Kemenangan Persib atas Persebaya

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:38 WIB

PERSIB Tantang Persebaya di Gelora Bung Tomo, Bojan Hodak: Tidak Ada Tim Favorit!

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:05 WIB

Garuda Muda Panggil Tiga Punggawa Persib, Siapkan Amunisi Jelang ASEAN Cup 2026

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:14 WIB

Waspada Serangan Balik Mematikan Persebaya, Bojan Hodak Beri Peringatan Keras ke Skuad Persib

Berita Terbaru