SUKABUMI, Mevin.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak Minggu siang (28/12/2025) memicu rentetan bencana di berbagai titik.
Mulai dari banjir bandang, longsor, hingga putusnya akses jembatan yang mengakibatkan warga terisolasi.
1. Kampung Karikil Terisolasi dan Warga Mengungsi
Di Kecamatan Nyalindung, banjir bandang menyebabkan jembatan di Kampung Karikil, Desa Bojongsari, hanyut terbawa arus. Kondisi ini membuat satu kampung terisolasi total karena akses keluar-masuk terputus.
Petugas P2BK Nyalindung, Ebol, melaporkan bahwa selain jembatan putus, longsor juga menimbun sejumlah rumah di RT 01. “Seluruh warga di titik tersebut sudah dievakuasi ke Majelis Taklim Al-Istiqomah. Saat ini listrik padam dan akses jalan tertutup material,” jelasnya.
2. Belasan Rumah di Kota Sukabumi Rusak
BPBD Kota Sukabumi mencatat sedikitnya 13 rumah warga mengalami kerusakan yang tersebar di Kecamatan Lembursitu dan Cikole. Kerusakan bervariasi mulai dari banjir limpasan, tembok jebol akibat luapan drainase, hingga atap bangunan yang ambruk karena sudah lapuk.
“Petugas kami bersama unsur PMI dan relawan masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan darurat dan pendataan warga terdampak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Joseph Sabaruddin.
3. Fenomena Langka di Purabaya: Ternak Hanyut Terbawa Arus
Tragedi juga menimpa warga di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya. Sungai Cimerang meluap hingga ketinggian 1,5 meter dan merendam area pesawahan serta permukiman.
Peristiwa yang disebut warga sebagai kejadian langka ini mengakibatkan belasan hewan ternak hilang terseret arus sungai.
“Ada 9 ekor domba milik Pak Agus dan 5 ekor kambing milik Pak Dadang yang hanyut tak sempat diselamatkan,” ungkap Jefri Nasir, warga setempat. Akibat kejadian ini, satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditempati.
Imbauan Waspada
Pihak otoritas terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi.
Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau debit air sungai yang meningkat secara tidak wajar.***


























