Sukabumi Dikepung Bencana: Kampung Karikil Terisolasi, Belasan Rumah Rusak, hingga Ternak Hanyut

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mevin.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak Minggu siang (28/12/2025) memicu rentetan bencana di berbagai titik.

Mulai dari banjir bandang, longsor, hingga putusnya akses jembatan yang mengakibatkan warga terisolasi.

1. Kampung Karikil Terisolasi dan Warga Mengungsi

Di Kecamatan Nyalindung, banjir bandang menyebabkan jembatan di Kampung Karikil, Desa Bojongsari, hanyut terbawa arus. Kondisi ini membuat satu kampung terisolasi total karena akses keluar-masuk terputus.

Petugas P2BK Nyalindung, Ebol, melaporkan bahwa selain jembatan putus, longsor juga menimbun sejumlah rumah di RT 01. “Seluruh warga di titik tersebut sudah dievakuasi ke Majelis Taklim Al-Istiqomah. Saat ini listrik padam dan akses jalan tertutup material,” jelasnya.

2. Belasan Rumah di Kota Sukabumi Rusak

BPBD Kota Sukabumi mencatat sedikitnya 13 rumah warga mengalami kerusakan yang tersebar di Kecamatan Lembursitu dan Cikole. Kerusakan bervariasi mulai dari banjir limpasan, tembok jebol akibat luapan drainase, hingga atap bangunan yang ambruk karena sudah lapuk.

“Petugas kami bersama unsur PMI dan relawan masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan darurat dan pendataan warga terdampak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Joseph Sabaruddin.

3. Fenomena Langka di Purabaya: Ternak Hanyut Terbawa Arus

Tragedi juga menimpa warga di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya. Sungai Cimerang meluap hingga ketinggian 1,5 meter dan merendam area pesawahan serta permukiman.

Peristiwa yang disebut warga sebagai kejadian langka ini mengakibatkan belasan hewan ternak hilang terseret arus sungai.

“Ada 9 ekor domba milik Pak Agus dan 5 ekor kambing milik Pak Dadang yang hanyut tak sempat diselamatkan,” ungkap Jefri Nasir, warga setempat. Akibat kejadian ini, satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditempati.

Imbauan Waspada

Pihak otoritas terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi.

Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau debit air sungai yang meningkat secara tidak wajar.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fenomena “Siang Dingin” di Indramayu & Majalengka, Warga Sampai Tidur Pakai Kaus Kaki
Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!
Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan
Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan
Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya
Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1
Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”
“Pak Dedi, Pangalereskeun Jalan Abdi,” Isak Kecil dari Kegelapan Subuh di Pelosok Garut

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:06 WIB

Fenomena “Siang Dingin” di Indramayu & Majalengka, Warga Sampai Tidur Pakai Kaus Kaki

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:56 WIB

Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:11 WIB

Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:33 WIB

Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:00 WIB

Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya

Berita Terbaru