Medan, Mevin.ID – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari di seluruh wilayah provinsi. Keputusan ini diambil setelah banjir, tanah longsor, dan gempa bumi melanda lebih dari sepuluh kabupaten/kota dalam beberapa hari terakhir.
Penetapan status tersebut tertuang dalam SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/836/KPTS/2025, berlaku mulai 27 November hingga 10 Desember 2025.
Bobby menyebut langkah ini diperlukan agar seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan cepat, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan parah hingga menimbulkan korban jiwa.
“Fokus kita pada pelayanan, pencarian, pertolongan korban, serta membuka akses jalan yang terputus akibat bencana,” kata Bobby, Jumat (28/11).
Koordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Pusat
Pemprov Sumut telah menjalin koordinasi dengan BNPB RI untuk memastikan dukungan dana siap pakai serta percepatan pengiriman logistik ke daerah terdampak.
“Pemprov sudah menyalurkan bantuan awal, dan kita terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk tambahan kebutuhan di lapangan,” ujar Bobby.
Menurut data Pemprov, sedikitnya 10 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi, antara lain Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Langkat, Padangsidimpuan, dan Nias Selatan.
Dari laporan awal, 30 warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 4.035 orang terpaksa mengungsi.
Data Polda Sumut: Dampak Lebih Luas
Sementara itu, data terpisah dari Polda Sumut menunjukkan cakupan terdampak yang lebih luas, mencapai 12 kabupaten/kota, termasuk Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Nias.
Dalam laporan tersebut terdapat:
- 43 orang meninggal dunia,
- 81 luka-luka,
- 88 orang masih dalam pencarian,
- serta 1.168 warga mengungsi.
Perbedaan data ini disebut sebagai konsekuensi dari situasi lapangan yang masih berubah cepat dan proses pendataan yang berlangsung paralel di tingkat daerah.
Cuaca Ekstrem, Jalan Terputus, Evakuasi Dipercepat
Beberapa daerah dilaporkan terisolasi akibat jalan nasional dan jembatan terputus. Petugas gabungan dari BPBD, TNI–Polri, Basarnas, dan relawan telah dikerahkan membuka akses darurat sambil mengevakuasi warga.
Sementara cuaca ekstrem masih mengintai sejumlah wilayah, proses pencarian korban hilang dan distribusi bantuan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.***


























