Sumut Tetapkan Status Darurat 14 Hari, Bobby Fokuskan Pencarian dan Pembukaan Akses

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut Bobby Nasution

Gubernur Sumut Bobby Nasution

Medan, Mevin.ID – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari di seluruh wilayah provinsi. Keputusan ini diambil setelah banjir, tanah longsor, dan gempa bumi melanda lebih dari sepuluh kabupaten/kota dalam beberapa hari terakhir.

Penetapan status tersebut tertuang dalam SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/836/KPTS/2025, berlaku mulai 27 November hingga 10 Desember 2025.

Bobby menyebut langkah ini diperlukan agar seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan cepat, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan parah hingga menimbulkan korban jiwa.

“Fokus kita pada pelayanan, pencarian, pertolongan korban, serta membuka akses jalan yang terputus akibat bencana,” kata Bobby, Jumat (28/11).

Koordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Pusat

Pemprov Sumut telah menjalin koordinasi dengan BNPB RI untuk memastikan dukungan dana siap pakai serta percepatan pengiriman logistik ke daerah terdampak.

“Pemprov sudah menyalurkan bantuan awal, dan kita terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk tambahan kebutuhan di lapangan,” ujar Bobby.

Menurut data Pemprov, sedikitnya 10 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi, antara lain Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Langkat, Padangsidimpuan, dan Nias Selatan.

Dari laporan awal, 30 warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 4.035 orang terpaksa mengungsi.

Data Polda Sumut: Dampak Lebih Luas

Sementara itu, data terpisah dari Polda Sumut menunjukkan cakupan terdampak yang lebih luas, mencapai 12 kabupaten/kota, termasuk Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Nias.

Dalam laporan tersebut terdapat:

  • 43 orang meninggal dunia,
  • 81 luka-luka,
  • 88 orang masih dalam pencarian,
  • serta 1.168 warga mengungsi.

Perbedaan data ini disebut sebagai konsekuensi dari situasi lapangan yang masih berubah cepat dan proses pendataan yang berlangsung paralel di tingkat daerah.

Cuaca Ekstrem, Jalan Terputus, Evakuasi Dipercepat

Beberapa daerah dilaporkan terisolasi akibat jalan nasional dan jembatan terputus. Petugas gabungan dari BPBD, TNI–Polri, Basarnas, dan relawan telah dikerahkan membuka akses darurat sambil mengevakuasi warga.

Sementara cuaca ekstrem masih mengintai sejumlah wilayah, proses pencarian korban hilang dan distribusi bantuan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Teken PP Pengupahan, Kenaikan UMP 2026 Pakai Formula Baru
Prabowo Serahkan Konsesi PBPH untuk Koridor Gajah Aceh, Menhut: Bukti Kepedulian Lingkungan
BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat di 28 Daerah Sumatra, Akses Jalan Masih Terputus
Jelang Nataru, Pemerintah Berlakukan Pembatasan Truk di Sejumlah Ruas Tol Mulai 19 Desember
Pasca Banjir Bandang, Warga di Sejumlah Daerah Manfaatkan Kayu Banjir untuk Bangun Hunian Sementara
Prabowo Soroti Lambannya Serapan Anggaran, Tegaskan Siap Pecat Pejabat Tak Kompeten
Update BNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Aceh-Sumatera Tembus 1.030 Jiwa
Diperintah Kemenhut, Toba Pulp Lestari Hentikan Operasi Sementara

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 00:39 WIB

Prabowo Teken PP Pengupahan, Kenaikan UMP 2026 Pakai Formula Baru

Selasa, 16 Desember 2025 - 23:36 WIB

Prabowo Serahkan Konsesi PBPH untuk Koridor Gajah Aceh, Menhut: Bukti Kepedulian Lingkungan

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:50 WIB

BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat di 28 Daerah Sumatra, Akses Jalan Masih Terputus

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:22 WIB

Jelang Nataru, Pemerintah Berlakukan Pembatasan Truk di Sejumlah Ruas Tol Mulai 19 Desember

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:08 WIB

Pasca Banjir Bandang, Warga di Sejumlah Daerah Manfaatkan Kayu Banjir untuk Bangun Hunian Sementara

Berita Terbaru