Tak Mau Lagi Ada Korban, Mahasiswa Karawang Desak Perbaikan Pantura

- Redaksi

Jumat, 6 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Mevin.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pangkal Perjuangan (Ampera) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PU Bina Marga Cikampek, Kabupaten Karawang, pada Kamis (5/6/2025).

Mereka menuntut pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan nasional, khususnya ruas Jalan Pantura, yang dinilai rawan kecelakaan dan telah menelan banyak korban jiwa.

Aksi dimulai sejak pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga 17.30 WIB. Sekitar 50 mahasiswa dari Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Universitas Buana Perjuangan (UBP), dan Universitas Sehati Indonesia (Usindo) turut serta dalam aksi ini. Mereka membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando.

Sebelum beraksi, massa berkumpul di Kampus UBP dan berkonvoi menuju lokasi aksi melalui rute Klari – Tugu I Love Cikampek – Cikampek. Dalam orasinya, massa menyoroti buruknya kondisi infrastruktur di ruas Tanjungpura – Klari – Jatisari, yang dianggap sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Kami menuntut tanggung jawab dari pihak berwenang. Ini bukan sekadar soal administrasi, ini soal nyawa,” ujar salah satu orator.

Selain menuntut perbaikan menyeluruh, massa juga mendesak dilakukannya audit independen terhadap proyek infrastruktur jalan yang telah maupun sedang berjalan. Mereka mengecam pola perbaikan tambal sulam yang dianggap tidak efektif dan tidak memenuhi standar teknis.

Respons Pihak PU dan Kesepakatan Audiensi

Sekitar pukul 16.12 WIB, perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jakarta dan Jawa Barat, melalui Humas PPK 1.1, Naufal, menerima perwakilan mahasiswa dalam sebuah audiensi tertutup.

Dalam pertemuan tersebut, Naufal menyampaikan permohonan maaf atas kejadian-kejadian kecelakaan akibat kondisi jalan rusak. Ia menjelaskan bahwa perbaikan jalan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan padatnya arus kendaraan berat serta prioritas lain seperti perbaikan jembatan.

“Kami memiliki sistem pengawasan dan pengujian kualitas aspal, dan akan terus melakukan evaluasi,” kata Naufal.

Audiensi menghasilkan kesepakatan berupa fakta integritas, yang menjadi dasar komitmen pihak PU untuk mempercepat perbaikan jalan nasional secara menyeluruh.

Aksi unjuk rasa berakhir secara damai dan tertib pada pukul 17.30 WIB tanpa gangguan terhadap ketertiban umum.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Ke-4 Pencarian Korban Lahar Merapi: Tim SAR Kerahkan 4 Alat Berat, Area Pencarian Diperluas hingga 7 KM
Air Mata di Ambang Senja: Kisah Mak Cani, Lansia 80 Tahun yang Tergusur demi Gedung Kopdes Merah Putih
Tragis! Petik 2 Labu Siam untuk Buka Puasa, Seorang Pria Tewas Dianiaya Pemilik Kebun
Amankan Aset, Pemkab Bandung MoU dengan Badan Bank Tanah
KDM Temui Kembar Tunarungu Viral di Tempat Kerja, Warganet Terharu
Dari 2.200 Bidang Tanah Milik Pemkab Bandung, Baru Sekitar 655 yang Bersertifikat 
Tragedi Berdarah di Cipatat: Kakak Tiri Tega Habisi Nyawa Adik Kelas 6 SD demi Ponsel
Disnaker Kota Bandung: Pekerja Belum Sebulan di-PHK, Perusahaan tetap Wajib Beri THR 

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:17 WIB

Hari Ke-4 Pencarian Korban Lahar Merapi: Tim SAR Kerahkan 4 Alat Berat, Area Pencarian Diperluas hingga 7 KM

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:54 WIB

Air Mata di Ambang Senja: Kisah Mak Cani, Lansia 80 Tahun yang Tergusur demi Gedung Kopdes Merah Putih

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:07 WIB

Tragis! Petik 2 Labu Siam untuk Buka Puasa, Seorang Pria Tewas Dianiaya Pemilik Kebun

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:53 WIB

Amankan Aset, Pemkab Bandung MoU dengan Badan Bank Tanah

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:48 WIB

KDM Temui Kembar Tunarungu Viral di Tempat Kerja, Warganet Terharu

Berita Terbaru