Tambang Liar di TNGHS Ditutup, Pemerintah Mulai Pulihkan Kawasan

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Mevin.ID — Suasana di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, berubah drastis dalam beberapa hari terakhir.

Area yang sebelumnya dipenuhi deru mesin dan hilir-mudik pekerja tambang emas tanpa izin, kini kembali lengang. Ketika aktivitas ilegal berhenti, suara hutan yang lama tertutup bising akhirnya terdengar lagi.

Keheningan itu adalah hasil operasi penataan kawasan hutan yang dilakukan tim terpadu pemerintah pusat dan daerah.

Sejak awal pekan, tim menyisir titik-titik yang selama ini dikenal sebagai pusat pertambangan liar dan menghentikan seluruh kegiatan yang merusak bentang alam konservasi.

Fasilitas Diamankan, Lubang Galian Ditutup

Dalam penyisiran tersebut, tim mendatangi sejumlah lokasi penggalian dan memutus seluruh fasilitas pendukung operasional. Peralatan pengolahan material tambang diamankan, sementara lubang-lubang galian ditutup untuk mencegah kembali dimanfaatkan.

Direktur Penindakan Pidana Kehutanan KLHK, Rudianto Saragih Napitu, menegaskan bahwa langkah ini merupakan mandat langsung dari regulasi nasional terkait penertiban kawasan hutan.

“Ciheang, Gunung, hingga Cirotan sudah ditangani. Total luasan yang kami identifikasi mencapai ratusan hektare, termasuk penggunaan kawasan yang tidak sesuai peruntukannya,” kata Rudianto, Kamis (4/12).

Ia menyebut, dari target sekitar 1.400 titik lubang tambang ilegal, sudah 281 lubang berhasil ditutup. Kerusakan ekologis akibat aktivitas tersebut ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, berdasarkan kalkulasi awal.

Pemulihan Ekosistem Jadi Prioritas

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Dwi Januanto Nugraha, menekankan bahwa penghentian tambang ilegal di TNGHS bukan sekadar operasi rutin, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan fungsi landscape konservasi.

“Taman nasional adalah benteng keanekaragaman hayati serta penyangga lingkungan bagi wilayah sekitar. Pemulihan fungsi hutan harus menjadi komitmen bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa perusakan kawasan hutan sering kali melibatkan jejaring ekonomi yang terstruktur.

Karena itu, penanganannya tidak bisa parsial. Pemerintah, kata Dwi, terus mengumpulkan informasi untuk menindak semua pihak yang terlibat sekaligus memperkuat arah pemulihan.

Hutan Mulai Menarik Napas Panjang

Penataan kawasan ini diharapkan menjadi titik balik kondisi TNGHS yang selama bertahun-tahun tertekan oleh aktivitas penambangan liar.

Dengan dihentikannya operasi tambang dan dimulainya pemulihan, kawasan hutan di Cibeber perlahan kembali pada fungsinya: rumah bagi ribuan spesies, dan pelindung bagi ekosistem yang lebih luas.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”
KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga
Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai
Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm
Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’
‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan
Waspada! Bandung dan Jabar Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:22 WIB

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15 WIB

Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:35 WIB

KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:18 WIB

Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:30 WIB

Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’

Berita Terbaru