Tanah Retak di Lereng Gunung Burangrang, Warga Cimeta Cisarua Cemas

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Kekhawatiran kembali menyelimuti warga Kabupaten Bandung Barat, khususnya di Kecamatan Cisarua, setelah ditemukannya fenomena tanah amblas dan retakan besar di kawasan perkebunan.

Kejadian ini terpantau di Kampung Cimeta, yang berada di lereng Gunung Burangrang, mengingatkan kembali pada trauma longsor dahsyat Pasirlangu yang menelan puluhan korban jiwa.

Informasi yang beredar dari warga setempat, termasuk melalui unggahan video TikTok oleh Deni Supriatna, memperlihatkan bentangan retakan tanah yang cukup luas dan dalam. Retakan tersebut membelah lahan-lahan perkebunan warga.

Yang mencemaskan, posisi retakan dan tanah yang ambles berada tepat di atas area permukiman penduduk, meningkatkan risiko bahaya yang signifikan.

Dalam video yang beredar, terdengar imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan ke tingkat siaga 1 terhadap potensi tanah longsor.

Hal ini menunjukkan keseriusan ancaman yang dihadapi. Pihak berwenang dan relawan diperkirakan telah bergerak untuk memantau dan mengevakuasi jika diperlukan, meskipun laporan resmi masih ditunggu.

Fenomena alam ini langsung memicu respon keprihatinan dan doa dari netizen. Unggahan informasi tersebut kerap disertai kalimat “Bismillah, semoga tidak ada lagi longsor besar di Bandung Barat. Tetap waspada ya baraya, sama-sama berdoa yang terbaik.” Ungkapan ini merefleksikan harapan bersama di tengah memori kelam bencana serupa di masa lalu.

Trauma warga Cisarua terhadap bencana longsor masih sangat hidup. Beberapa waktu lalu, Kampung Pasirlangu di kecamatan yang sama pernah dilanda tragedi longsor dahsyat yang menewaskan puluhan orang.

Kejadian di Cimeta ini mengingatkan semua pihak bahwa kawasan perbukitan Bandung Barat tetap rentan terhadap gerakan tanah, terutama di musim hujan.

Warga di sekitar lokasi diminta untuk untuk:

1. Mematuhi imbauan siaga 1 dari pihak berwenang.
2. Segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika diminta atau jika kondisi dirasa memburuk.
3. Menghindari area retakan dan tebing yang curam.
4. Melaporkan perkembangan terkait retakan atau pergerakan tanah kepada aparat setempat.

Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, dan senantiasa mengikuti informasi terpercaya dari sumber resmi. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan kolektif adalah kunci untuk meminimalisir risiko korban jiwa.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: TikTok Deni Supriatna

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang
Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak
Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu
Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!
Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar
Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:44 WIB

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:00 WIB

Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:46 WIB

Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:25 WIB

Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:53 WIB

Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar

Berita Terbaru