Tanah Labil dan Cuaca Ekstrem Hambat Evakuasi Korban Longsor Cisarua

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Memasuki hari kedua pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tim SAR gabungan masih menghadapi tantangan berat.

Kondisi tanah yang sangat labil dan cuaca yang tidak menentu menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengungkapkan bahwa material longsoran yang berupa tanah lunak bercampur air membuat pergerakan tim di lapangan menjadi sangat terbatas dan berisiko.

Material Longsor Setinggi 5 Meter

Berdasarkan hasil asesmen lapangan, ketebalan material longsor yang menimbun pemukiman warga diperkirakan mencapai lima meter. Hal ini membuat tim harus sangat berhati-hati dalam menentukan titik fokus pencarian.

“Material longsoran ini tanahnya lunak karena bercampur air. Timbunan kira-kira setinggi lima meter, rumah-rumah warga pun tertimbun sedalam itu,” jelas Ade di lokasi bencana, Minggu (25/1/2026).

Penggunaan Alat Berat Masih Terbatas

Meski alat berat telah disiagakan di sekitar lokasi, penggunaannya belum bisa dilakukan secara maksimal. Tim SAR masih terus memantau stabilitas tanah sebelum menurunkan alat berat ke titik terdampak.

“Alat berat sudah siap. Jika lokasi memungkinkan, langsung kami turunkan. Namun, jika kondisi tanah tetap berbahaya, untuk sementara kami akan menggunakan alat konvensional atau manual,” tambahnya.

Faktor Cuaca Menjadi Penghambat Utama

Selain kondisi tanah, cuaca ekstrem di wilayah Bandung Barat juga memperlambat proses pencarian. Pada hari pertama dan kedua, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sering turun secara tiba-tiba.

Daftar kendala utama di lapangan:

  • Struktur Tanah: Material longsor yang lunak dan jenuh air.
  • Cuaca: Hujan lebat yang datang silih berganti mengharuskan tim SAR menghentikan operasi sementara demi keselamatan.
  • Aksesibilitas: Medan yang sulit dijangkau alat berat karena risiko amblas.

Hingga saat ini, personel gabungan terus berupaya mencari puluhan warga yang dilaporkan masih hilang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung di wilayah Jawa Barat.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus
Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat
Seruan Setop Bayar Pajak Kendaraan: Pemprov Jateng Kalang Kabut, Siapkan Diskon 5 Persen
Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak
Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan
WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”
Transformasi Regulasi Cagar Budaya dan Implikasi Yuridis Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung
Tragedi Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung: Terungkap Korban Alami Perundungan Sejak SD

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus

Senin, 16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

Senin, 16 Februari 2026 - 19:31 WIB

Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 19:07 WIB

Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan

Senin, 16 Februari 2026 - 15:02 WIB

WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

Berita Terbaru