BEKASI, Mevin.ID – Musibah banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Bekasi di awal tahun 2026. Tanggul penahan Sungai Citarum yang berlokasi di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, dilaporkan jebol pada Selasa (20/1/2026) dini hari.
Akibat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB tersebut, sebanyak 553 Kepala Keluarga (KK) terdampak luapan air sungai yang masuk hingga ke area permukiman warga.
Kronologi dan Penyebab Utama
Debit air Sungai Citarum mengalami peningkatan drastis setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir.
Tekanan air yang besar membuat tanggul berbahan tanah sepanjang 8 meter tersebut tidak kuat menahan beban hingga akhirnya jebol.
“Debit air meningkat sehingga tanggul penahan jebol. Air langsung meluap dan merendam rumah warga,” ungkap Dody Supriyadi, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi.
Beberapa faktor yang memperparah kondisi di lapangan antara lain:
- Kondisi Tanggul: Struktur tanggul masih didominasi tanah gembur yang mudah terkikis.
- Hujan Persisten: Curah hujan selama berhari-hari membuat tanah jenuh dan melemahkan struktur penahan air.
- Lokasi Kritis: Titik jebol berada dekat dengan jalan utama desa, mempercepat aliran air masuk ke rumah warga.
Dampak di Lapangan
Banjir merendam permukiman dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari 10 cm hingga 1 meter di titik terdalam. Meski tidak ada korban jiwa, dampak ekonomi mulai dirasakan oleh warga, terutama mereka yang bergantung pada sektor pertanian dan tambak ikan.
“Tanggulnya memang tanah gembur, jadi terkikis dari bocoran kecil sampai akhirnya jebol total semalam,” ujar Satibi (45), salah satu warga terdampak.
Penanganan Darurat
Sejak Selasa dini hari, warga bersama petugas gabungan telah melakukan upaya darurat dengan membendung aliran air menggunakan:
- Karung berisi pasir/tanah.
- Patok bambu untuk memperkuat penahan.
- Pemasangan bronjong dan terpal di titik jebolan.
BPBD Kabupaten Bekasi juga telah mendistribusikan bantuan logistik berupa mi instan, air mineral, paket sembako, serta peralatan kedaruratan lainnya.
Hingga saat ini, petugas masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi adanya kenaikan debit air susulan mengingat musim hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga Maret mendatang.***
Penulis : Clendy Saputra
Editor : Pratigto


























