Tangsel Darurat Sampah, Mahasiswa  ‘Buang Sampah’ Dua Truk ke Kantor Wali Kota

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, Mevin.ID – Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendadak beraroma tak sedap pada Kamis (8/1/2026) sore.

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) melakukan aksi simbolis dengan kembali membuang muatan dua truk sampah langsung di halaman Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel.

Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas lambannya penanganan tumpukan sampah di sejumlah titik krusial, seperti Ciputat dan Pamulang, yang dibiarkan menggunung selama berhari-hari.

Diwarnai Kericuhan dan Adu Mulut

Berdasarkan pantauan di lapangan, kedatangan dua truk berwarna merah dan kuning milik massa aksi sempat dihadang ketat oleh petugas Satpol PP.

Aksi saling dorong dan adu mulut pun tak terelakkan ketika petugas mencoba menghalangi truk masuk ke area halaman utama.

Meski sempat diadang kendaraan Satpol PP yang diparkir melintang, massa tetap nekat menumpahkan muatan sampah mereka. Bahkan, kendaraan petugas turut menjadi sasaran lemparan sampah oleh massa yang emosional.

“Kita datang ke sini damai, Pak. Kita cuma datang, buang sampah (yang tidak diangkut pemerintah), menyampaikan pernyataan, lalu pulang,” tegas Ketua BEM UMJ, Muhammad Iqbal Ramdhani, di lokasi kejadian.

7 Tuntutan Mahasiswa untuk Wali Kota

Dalam aksi keduanya ini—setelah aksi serupa pada Desember 2025 lalu—mahasiswa membawa spanduk bertuliskan “Tangsel Darurat Sampah!” dan mengajukan tujuh tuntutan utama kepada Wali Kota Tangsel dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH):

  • Pengangkutan Menyeluruh: DLH harus rutin mengangkut sampah di titik rawan penumpukan.
  • Langkah Konkret Wali Kota: Mendesak solusi tegas atas krisis sampah yang berlarut.
  • Penambahan Armada: Meminta penambahan fasilitas pendukung dan armada pengangkut.
  • Evaluasi Sistem: Melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah.
  • Tanggung Jawab Wilayah: Wali Kota harus bertanggung jawab atas sampah yang terbengkalai di Ciputat.
  • Transformasi Teknologi: Mendesak implementasi teknologi PSEL untuk pengelolaan residu.
  • Transparansi Kinerja: Menuntut akuntabilitas kinerja DLH kepada publik secara terbuka.

Sentilan untuk Pemerintah Kota

Aksi “buang sampah pada tempatnya” (di kantor wali kota) ini menjadi simbol kegeraman warga akademik terhadap estetika kota yang semakin kumuh.

Mahasiswa menilai Pemkot Tangsel gagal memberikan pelayanan dasar berupa kebersihan lingkungan, padahal retribusi sampah tetap berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat di area Puspemkot sebelum akhirnya dibersihkan oleh petugas kebersihan internal.

Pihak Pemkot Tangsel sendiri dikabarkan tengah melakukan evaluasi internal terkait status tanggap darurat sampah di wilayah tersebut.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib
Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan
Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”
KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga
Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai
Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:10 WIB

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:29 WIB

Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:10 WIB

Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:22 WIB

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15 WIB

Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Berita Terbaru