Tarif Impor AS Turun, Petani Indonesia Nikmati Angin Segar Ekspor Kopi dan Kakao

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mevin.ID – Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menurunkan hingga menghapus tarif impor untuk sejumlah komoditas pangan, termasuk kopi dan kakao, langsung menggoyang peta perdagangan global.

Amerika Serikat adalah importir kopi terbesar kedua di dunia sekaligus konsumen utama produk kakao, sehingga perubahan kebijakan tarif berdampak signifikan pada rantai pasok.

Kebijakan baru ini diambil setelah sepanjang 2025 tarif tinggi memicu lonjakan harga pangan di AS. Tekanan publik dan inflasi yang kian menguat mendorong Gedung Putih menghapus tarif untuk komoditas yang tidak diproduksi domestik, seperti kopi dan kakao.

Peluang Baru untuk Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara yang diuntungkan. AS merupakan pasar ekspor penting bagi kopi dan kakao Indonesia.

  • Ekspor kopi Indonesia ke AS pada 2024: US$299,15 juta, menurut COMTRADE PBB.
  • Ekspor kakao dan produk turunannya ke AS: US$318,33 juta di tahun yang sama.

Meski masih berada di bawah Brasil dan Vietnam dalam volume perdagangan, Indonesia memiliki posisi kuat di segmen specialty beans, robusta campuran, serta produk kakao olahan.

Dengan tarif yang lebih rendah, permintaan importir AS diprediksi meningkat, terutama karena kopi tidak memiliki substitusi produksi lokal.

Produksi Domestik Sedang Menguat

USDA memperkirakan produksi kopi Indonesia pada periode 2025/26 naik menjadi 11,3 juta bags, meningkat 550.000 bags dari tahun sebelumnya. Kenaikan terutama terjadi di sentra robusta Sumatra Selatan dan Jawa.

Momentum yang sama juga terlihat pada komoditas kakao, di tengah harga global yang melambung akibat gagal panen di Pantai Gading dan Ghana.

Kompetisi Global Tetap Ketat

Meski peluang terbuka, Indonesia menghadapi persaingan ketat:

  • Brasil diperkirakan kembali agresif menekan pasar setelah terpukul tarif sebelumnya.
  • Vietnam terus meningkatkan kapasitas pemrosesan dan produktivitas, terutama untuk pasar soluble coffee.

Untuk memanfaatkan peluang, pelaku industri RI perlu menjaga stabilitas harga di tingkat petani, memastikan akses pupuk, serta memperluas investasi pengolahan bernilai tambah—baik kopi instan maupun produk kakao intermediate seperti butter, powder, dan liquor.

Kepastian Pasar Jadi Tantangan

Eksportir Indonesia juga disarankan memperkuat kontrak jangka panjang dengan importir, roastery, dan produsen cokelat di AS.

Kebijakan perdagangan AS di bawah pemerintahan Trump dikenal fluktuatif, sehingga keberlanjutan suplai menjadi faktor utama menjaga pasar di tengah dinamika tarif.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga
Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”
Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko
1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi
Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton
Majalengka, Dapur Bibit Nasional yang Menopang Mimpi Besar Indonesia Hijau
Jejak Luka di Batang Toru: Menteri LH Hentikan Operasi 3 Perusahaan di Hulu DAS, Termasuk BUMN
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Usulan Penghapusan Pajak BUMN dari Rosan Roeslani

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:27 WIB

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:39 WIB

Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:16 WIB

1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi

Senin, 8 Desember 2025 - 08:42 WIB

Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton

Berita Terbaru

Berita

Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan

Selasa, 16 Des 2025 - 07:55 WIB