Taruhan Nyawa di Kubangan Lumpur Cikadu, Kisah Rayha yang Lahir di Tengah Jalan Rusak Cianjur

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR, Mevin.ID – Bagi Risma (23), malam Minggu (1/2/2026) seharusnya menjadi momen penuh haru menyambut kelahiran buah hati di fasilitas kesehatan yang layak.

Namun, apa yang dialami ibu muda asal Kampung Cisalada, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Cikadu ini justru menjadi drama mencekam yang mempertaruhkan nyawa.

Bukan karena peralatan medis yang tidak siap, melainkan karena “penyakit” lama yang tak kunjung sembuh di Cianjur Selatan: infrastruktur yang hancur lebat.

Terjebak Lumpur, Bertarung dengan Waktu

Malam itu, kontraksi hebat mulai dirasakan Risma. Keluarga dengan sigap membawanya menggunakan kendaraan menuju puskesmas terdekat.

Namun, jalur kabupaten yang melintasi desa mereka seolah menjadi musuh. Jalanan berubah menjadi kubangan lumpur tebal yang tak sanggup ditaklukkan mesin.

Kendaraan yang membawa Risma mogok. Tak ada pilihan lain, di tengah kegelapan malam, Risma harus turun dan berjalan kaki menembus lumpur demi mencapai pertolongan medis.

“Karena jalannya rusak parah, mobil sampai mogok. Kami sekeluarga mencoba berjalan kaki supaya bisa tiba di puskesmas,” kenang Surjana (49), ayah Risma, dengan nada getir, Kamis (5/2).

Baru berjalan beberapa langkah, tubuh Risma tak lagi sanggup berkompromi. Rasa sakit yang luar biasa menandakan sang bayi sudah tak sabar melihat dunia. Padahal, puskesmas masih berjarak 30 menit perjalanan dalam kondisi normal.

Persalinan Darurat di Rumah Warga

Dalam situasi genting, sebuah rumah warga di pinggir jalan menjadi tumpuan harapan. Tanpa persiapan matang, ruang tamu warga tersebut mendadak berubah menjadi ruang persalinan darurat.

Beruntung, dua bidan yang sejak awal mendampingi perjalanan ini bertindak cepat. Di bawah penerangan seadanya dan fasilitas terbatas, perjuangan dua jam yang melelahkan itu akhirnya berbuah manis. Tangis bayi perempuan memecah kesunyian malam di Cikadu.

Bayi sehat itu kini telah diberi nama: Rayha Azzalea Zalfa. Nama yang indah sebagai pengingat perjuangan luar biasa ibunya di tengah kepungan lumpur.

Luka Lama dan Janji yang Dinanti

Meski Rayha lahir dengan selamat, peristiwa ini membuka kembali luka lama keluarga Surjana. Pada tahun 2021, kemenakannya harus kehilangan calon bayi (keguguran) karena akses jalan yang menghambat pertolongan medis.

“Sudah puluhan tahun jalan ini rusak parah. Kejadian melahirkan di jalan sudah beberapa kali. Kami mohon segera diperbaiki,” keluh Surjana.

Bagi warga Mekarlaksana, aspal bukan sekadar kenyamanan berkendara, melainkan urat nadi kehidupan. Keterlambatan hitungan menit akibat jalan rusak bisa berarti hilangnya nyawa manusia.

Kini, warga hanya bisa menagih janji Pemerintah Kabupaten Cianjur yang kabarnya akan mulai membangun jalan tersebut tahun ini. Mereka berharap, Rayha Azzalea Zalfa adalah bayi terakhir yang harus “bertaruh nyawa” hanya karena akses jalan yang terabaikan.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?
Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung
Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun
Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta
Mal Ciputra Cibubur Terbakar: Unit Jaecoo J5 dan J8 Berhasil Dievakuasi, Showroom Dipastikan Aman
Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat Hingga 22 Februari 2026
Cahaya Lampion dan Atraksi Barongsai Meriahkan Imlek 2577 di Klenteng Hok Lay Kong Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:23 WIB

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:16 WIB

Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:06 WIB

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:02 WIB

Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:43 WIB

Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta

Berita Terbaru