Tegas soal Adab, Prabowo Dukung Kepala Sekolah Berhentikan Anak Jenderal yang Tak Sopan ke Guru

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyapa ribuan guru yang hadir dalam puncak Hari Guru Nasional 2026 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menyapa ribuan guru yang hadir dalam puncak Hari Guru Nasional 2026 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jakarta, Mevin.ID – Dalam momentum Hari Guru Nasional 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto membagikan sebuah kisah yang mencuri perhatian banyak guru.

Di hadapan ribuan pendidik, Prabowo menegaskan bahwa sopan santun di sekolah bukan hanya aturan, tetapi fondasi karakter bangsa.

Ia bercerita pernah menerima laporan saat menjabat Menteri Pertahanan. Sebuah sekolah di bawah Kemenhan menghadapi kasus murid yang bersikap tak sopan kepada guru—menjawab dengan nada tinggi hingga membanting pintu.

Kepala sekolah langsung mengambil tindakan tegas: siswa tersebut diberhentikan.

Belakangan, pihak sekolah mengetahui bahwa siswa itu adalah anak seorang jenderal. Situasi pun menjadi canggung, bahkan membuat kepala sekolah sempat ragu.

“Tahu-tahu kepala sekolahnya agak grogi karena yang diberhentikan itu anak Jenderal. Kepala sekolahnya telepon saya. Saya bilang, ‘Nggak usah ragu-ragu. Mana jenderal itu, suruh menghadap saya.’” kata Prabowo sambil disambut riuh tepuk tangan.

Menurutnya, jabatan dan garis keluarga tidak bisa menjadi tiket untuk bertindak semena-mena. Prabowo bahkan menunggu jika sang jenderal ingin protes—yang pada akhirnya tak pernah datang.

Dengan gaya khasnya, Prabowo menekankan bahwa anak-anak dari kalangan pejabat justru harus lebih menunjukkan keteladanan.

“Kalau bapaknya orang besar, anaknya harus lebih sopan, lebih baik. Jangan kurang ajar. Kalau bapaknya tokoh, pemimpin, jenderal—anaknya harus lebih tertib.”katanya.

Kisah tersebut menjadi pengingat keras di tengah berbagai problem pendidikan: bahwa guru harus dihormati, dan bahwa keberanian mengambil keputusan demi menjaga adab tidak boleh dikompromikan.

Dalam suasana Hari Guru, pesan Prabowo mengalir seperti penegasan moral: pendidikan tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi membangun karakter—dan itu dimulai dari keberanian para pemimpin sekolah untuk bersikap adil, meski ada tekanan siapa pun di belakangnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI
Alasan KPK Seret Ono Surono dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut
KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara
BMKG Tetapkan Status Awas, 3 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat & Banjir
KPK Tegaskan Punya Bukti Ketua PBNU Kasus Korupsi Kuota Haji
Kasus Korupsi Ade Kunang, Benarkah KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono? 
BPOM Tarik Susu Formula Nestle S-26, Waspadai Potensi Toksin Cereulide yang Tahan Panas

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:32 WIB

Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:00 WIB

KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:40 WIB

KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:13 WIB

BMKG Tetapkan Status Awas, 3 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat & Banjir

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:00 WIB

KPK Tegaskan Punya Bukti Ketua PBNU Kasus Korupsi Kuota Haji

Berita Terbaru