Tegaskan Sikap Oposisi Objektif, PKS Majalengka: Kebijakan Pro-Rakyat Kami Apresiasi, Jika Tidak Kami Kritisi

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto, usai menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu (20/12/2025).

Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto, usai menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu (20/12/2025).

Majalengka, Mevin.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk tetap berada di jalur oposisi yang objektif dan konstruktif terhadap kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka.

PKS berkomitmen untuk mengawal setiap kebijakan agar tetap selaras dengan kepentingan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto, usai menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu (20/12/2025).

Oposisi yang Konstruktif

Deden menekankan bahwa posisi PKS sebagai oposisi bukan berarti menolak semua program pemerintah, melainkan menjadi penyeimbang melalui penilaian yang adil.

“Sikap objektif dipandang perlu dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Kebijakan positif yang mengutamakan kepentingan masyarakat akan kami apresiasi. Sebaliknya, jika bertentangan, pasti akan kami kritisi,” tegas Deden kepada wartawan.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Majalengka ini menambahkan bahwa objektivitas politik memerlukan verifikasi langsung di lapangan. PKS konsisten menjalankan peran kritisnya, terutama dalam pengawasan infrastruktur.

“Justru PKS lah yang paling kritis. Awak media pun pasti tahu bagaimana sikap kritis Ketua Komisi III asal PKS yang sangat ketat menyikapi kualitas pekerjaan proyek pemerintah,” imbuhnya.

Alasan Tak Ikut Walk Out Bareng PDIP

Menanggapi aksi walk out (WO) yang dilakukan Fraksi PDIP pada sidang Paripurna beberapa waktu lalu, Deden menjelaskan bahwa PKS memiliki pandangan yang berbeda secara konstitusional.

Aksi WO tersebut terkait dengan pencabutan Perda Dana Cadangan Investasi. Menurut Deden, PKS memilih tetap bertahan karena menilai proses pengambilan keputusan sudah melalui prosedur yang benar.

“PKS saat itu tidak ikut-ikutan WO karena kami menilai keputusan sudah selesai. Pencabutan Perda terkait Dana Cadangan Investasi itu sudah final melalui kajian-kajian mendalam, serta sudah dikonsultasikan kepada pihak Kemenkumham dan Biro Hukum Jawa Barat,” pungkasnya.

Dengan sikap ini, PKS Majalengka ingin menunjukkan bahwa peran oposisi yang mereka jalankan didasarkan pada landasan hukum dan data, bukan sekadar kepentingan politik semata.***

Facebook Comments Box

Penulis : Salman Faqih

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm
Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’
‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan
Waspada! Bandung dan Jabar Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan
Cekungan Bandung Terancam “Hancur”, Pakar: Dari Hutan Alami Jadi Kebun Sayur, Kini Menanti Krisis Air
Polemik Sampah Bandung: DLH Uji Emisi 15 Insinerator di Tengah Larangan Menteri LH
Badai PHK Hantam Bandung Barat: Digitalisasi dan Efisiensi Teknologi Jadi Pemicu Utama
KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT, Jadi Operasi Ketiga di Awal 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:18 WIB

Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:30 WIB

Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:00 WIB

‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:45 WIB

Waspada! Bandung dan Jabar Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:38 WIB

Cekungan Bandung Terancam “Hancur”, Pakar: Dari Hutan Alami Jadi Kebun Sayur, Kini Menanti Krisis Air

Berita Terbaru

Ilustrasi bunuh diri. (Envato/LightFieldStudios)

Kolom

Skrining Dini Kesehatan Mental

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:29 WIB