Bandung, Mevin.ID – Wakil Ketua DPRD Prov Jawa Barat Ono Surono mengatakan belum ada keputusan terkait rapat audiensi komisi V DPRD Prov Jawa Barat dengan Forum Komunikasi kepala sekolah khususnya SMA SMK swasta di Jawa Barat (3/2/2025)
“Jadi apa keputusannya rapat pagi tadi, ya belum ada keputusan, kan baru baru mendengarkan versi dari kepala-kepala sekolah”, kata Ono Surono dalam akun Instagram Pribadinya @ono_surono (3/2/2025)
Menurut data yang diterimaWakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono bahwa jumlah tunggakan para siswa itu di 14 kabupaten kota mencapai 700 miliar 700 miliar itu
Lihat postingan ini di Instagram
Ono Surono mengungkapkan data yang masuk terkait tunggakan misalnya ada status siswa yang tagihannya mencapai 10 juta, ini baru SD nih ya salah satu SD swasta di kota Bandung siswanya ini mempunyai tunggakan 22 juta, lalu misalnya ada yang 9 juta, ada yang 3 juta, ada 1 juta, ada yang 11 juta ada yang 800.000 memang ini macam-macam.
“Tapi perlu diingat juga, berapa dana bantuan pemerintah yang sudah masuk di sekolah-sekolah swasta tersebut baik dari BOS, BPMU, dana hibah, dana bantuan KIP dan lain-lainnya sehingga pada akhirnya kita mengetahui betul struktur pembiayaan di sekolah-sekolah swasta di Jawa Barat”, kata Ono Surono.
“Tapi di sisi lain saya juga mempunyai data terkait dengan dana hibah pemerintah provinsi Jawa Barat dari 2021-2024 yang terus meningkat jumlah 81 miliar di 2021, 127 miliar di 2022, 2023 2014 miliar lalu di 2024 281 miliar”, lanjut Ono
Ada beberapa sekolah SMA Yayasan, pemerintah provinsi Jawa Barat dalam bentuk hibah dalam rangka pembangunan ruang kelas baru di sekolah itu ada yang 2 Milyar ada yang satu miliar ada yang 1,4 miliar ada yang 50 juta ada yang 100 juta jadi ini macam-macam.
“Sehingga kita pun harus membuka semua permasalahan pendidikannya di Jawa Barat, Berapa biaya pendidikannya berapa bantuan pemerintah yang sudah diterima oleh pihak sekolah tersebut”, Tegas Ono Surono.
Nah jadi transparansi itu penting untuk bagaimana meningkatkan aspirasi baik dari masyarakat ya terkait dengan ijazahnya yang masih di tahan juga dari pihak sekolah dan juga pihak yayasan
“Makanya saya sekali lagi tunggu data-data itu supaya segera bisa dipindah lanjuti”, pungkasnya. (*)


























