Cianjur, Mevin.ID – Kasus keracunan massal usai santap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur akhirnya menemukan titik terang. Hasil uji laboratorium resmi menyebutkan dua bakteri berbahaya—Staphylococcus dan Escherichia coli—jadi biang keladi yang ditemukan dalam sampel makanan, muntahan siswa, dan tempat makan berbahan plastik.
Hal ini diungkap oleh Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, Senin (5/5). “Dua jenis bakteri ditemukan pada bawang goreng, muntahan siswa, serta ompreng plastik yang digunakan sebagai wadah makan,” ujarnya kepada wartawan.
Namun polisi belum buru-buru menarik kesimpulan. Pihak kepolisian masih menunggu pendapat ahli kesehatan untuk memastikan apakah benar bakteri inilah penyebab utama puluhan siswa keracunan atau ada faktor lain yang ikut bermain.
Kapolres Cianjur AKBP Rohman Yonky Dilatha menyebut, penyelidikan akan terus berlanjut dengan memeriksa lebih dalam pihak-pihak yang terlibat dalam uji laboratorium maupun penyedia makanan.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Cianjur menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas peristiwa ini. Tak hanya siswa, keracunan massal juga melanda warga Kecamatan Mande usai menyantap makanan dalam acara hajatan.
“Total ada 176 korban dalam dua hari terakhir,” kata Kepala Dinkes Cianjur, Yusman Faisal. Rinciannya: 23 siswa SMP PGRI 1, 55 siswa MAN 1 Cianjur, dan 98 warga Mande.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan terkait MBG yang sebelumnya juga terjadi di Bandung dan Tasikmalaya. Sebagai respons, Badan Gizi Nasional (BGN) berjanji memperketat prosedur distribusi makanan demi mencegah tragedi serupa terulang.***


























