Terungkap! Dua Bakteri Jahat di Balik Keracunan Makan Gratis di Cianjur

- Redaksi

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan siswa MAN 1 Cianjur, Jawa Barat, mengalami keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis. ANTARA/Ahmad Fikri

i

Puluhan siswa MAN 1 Cianjur, Jawa Barat, mengalami keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis. ANTARA/Ahmad Fikri

Cianjur, Mevin.ID – Kasus keracunan massal usai santap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur akhirnya menemukan titik terang. Hasil uji laboratorium resmi menyebutkan dua bakteri berbahaya—Staphylococcus dan Escherichia coli—jadi biang keladi yang ditemukan dalam sampel makanan, muntahan siswa, dan tempat makan berbahan plastik.

Hal ini diungkap oleh Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, Senin (5/5). “Dua jenis bakteri ditemukan pada bawang goreng, muntahan siswa, serta ompreng plastik yang digunakan sebagai wadah makan,” ujarnya kepada wartawan.

Namun polisi belum buru-buru menarik kesimpulan. Pihak kepolisian masih menunggu pendapat ahli kesehatan untuk memastikan apakah benar bakteri inilah penyebab utama puluhan siswa keracunan atau ada faktor lain yang ikut bermain.

Kapolres Cianjur AKBP Rohman Yonky Dilatha menyebut, penyelidikan akan terus berlanjut dengan memeriksa lebih dalam pihak-pihak yang terlibat dalam uji laboratorium maupun penyedia makanan.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Cianjur menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas peristiwa ini. Tak hanya siswa, keracunan massal juga melanda warga Kecamatan Mande usai menyantap makanan dalam acara hajatan.

“Total ada 176 korban dalam dua hari terakhir,” kata Kepala Dinkes Cianjur, Yusman Faisal. Rinciannya: 23 siswa SMP PGRI 1, 55 siswa MAN 1 Cianjur, dan 98 warga Mande.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan terkait MBG yang sebelumnya juga terjadi di Bandung dan Tasikmalaya. Sebagai respons, Badan Gizi Nasional (BGN) berjanji memperketat prosedur distribusi makanan demi mencegah tragedi serupa terulang.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surganya Telah Berpulang: Kisah Alif, Siswa SMP Pengupas Bawang yang Menjaga Ibu Hingga Napas Terakhir
Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep
Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak
Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026
Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat
Kades Hoho Temui Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Bahas Keamanan hingga Tata Kelola Desa

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 07:41 WIB

Surganya Telah Berpulang: Kisah Alif, Siswa SMP Pengupas Bawang yang Menjaga Ibu Hingga Napas Terakhir

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:43 WIB

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:36 WIB

Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:44 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:30 WIB

Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026

Berita Terbaru