Terungkap! Motif Pembunuhan Siswa SMP di Kampung Gajah: Sakit Hati Putus Pertemanan

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIMAHI, Mevin.ID – Tabir gelap di balik kasus pembunuhan tragis siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ (14) akhirnya tersingkap.

Polres Cimahi mengungkapkan bahwa motif utama tersangka YA (16) menghabisi nyawa korban adalah karena rasa sakit hati dan dendam yang mendalam.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menjelaskan bahwa tersangka tidak terima saat korban memutuskan untuk mengakhiri hubungan pertemanan yang telah terjalin selama kurang lebih tiga tahun.

Dendam Karena Diputus Hubungan

Berdasarkan hasil pemeriksaan, hubungan antara korban dan pelaku YA tergolong cukup dekat, layaknya kakak dan adik. Kedekatan ini bermula saat keduanya sama-sama bersekolah di Garut sebelum akhirnya korban pindah ke Bandung.

“Tersangka mengaku sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan mereka. Dari pengakuannya, memang sudah ada niat melakukan pembunuhan sejak ia berangkat dari Garut menuju Bandung,” ujar AKBP Niko pada Minggu (15/2/2026).

Kronologi Singkat Kejadian

  • Niat Terencana: Tersangka YA sengaja menyusul korban ke Bandung dengan niat menghabisi nyawa korban.
  • Peran Rekan: Dalam aksinya, YA diantar oleh rekannya, AP (17). Saat ini keduanya telah diamankan oleh pihak kepolisian.
  • TKP: Lokasi eksekusi dilakukan di lahan bekas objek wisata Kampung Gajah, Bandung Barat, tempat jasad korban ditemukan pada Jumat malam lalu.

Proses Hukum dan Kondisi Keluarga

Polres Cimahi saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua tersangka dan sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara.

Mengingat kedua tersangka masih di bawah umur, proses hukum akan tetap mengacu pada sistem peradilan pidana anak yang berlaku.

“Kami masih mendalami rangkaian peristiwa secara lengkap. Kami juga sangat menghargai dan berempati pada kondisi keluarga korban yang saat ini sedang berduka mendalam,” tambah Kapolres.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat dan orang tua untuk lebih mengawasi pola komunikasi serta pertemanan anak-anak di media sosial maupun lingkungan nyata guna mencegah terjadinya konflik yang berujung fatal.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu
Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!
Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar
Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis
Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi
Pererat Silaturahmi, DPK Apindo Bekasi Santuni Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Tuna Netra

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:46 WIB

Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:25 WIB

Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:53 WIB

Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:06 WIB

Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:40 WIB

Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 

Berita Terbaru