BANDUNG, Mevin.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) menyiapkan suntikan anti tetanus bagi relawan yang terlibat dalam operasi evakuasi korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan risiko infeksi tetanus akibat cedera benda tajam selama proses pencarian korban longsor Cisarua.
Kepala Dinkes Jabar, dr. R. Vini Adiani Dewi, menyatakan bahwa persediaan vaksin anti tetanus telah disiapkan dalam jumlah cukup.
“Kami menyiapkan anti tetanus ini dengan banyak. Jadi jangan khawatir bagi relawan yang akan disuntik anti tetanus, kita siap,” ucap Vini, Rabu (28/1/2026).
Selain vaksinasi, Dinkes Jabar telah mengerahkan tim kesehatan di lokasi bencana dan menyiapkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjut (FKTRL) untuk menangani kasus kegawatdaruratan.
Rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan antara lain RSUD Welas Asih, RSUD Cibabat, RSUD Lembang, dan RS Dustira.
Bersama Kementerian Kesehatan dan Dinkes Kabupaten Bandung Barat, Dinkes Jabar juga mengaktifkan klaster kesehatan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC).
“Kita juga memonitor pelaksanaan posko kesehatan hingga melakukan penyuluhan kepada pengungsi terkait kesehatan di masa bencana,” jelas Vini.
Identifikasi Korban
Untuk mendukung proses identifikasi jenazah, Dinkes Jabar bersama Dinkes KBB menyiapkan perlengkapan Disaster Victim Identification (DVI), peti mati, serta freezer jenazah.
“Kami berharap apa yang kami lakukan dapat membantu, memperlancar, dan mempercepat proses penanggulangan bencana,” pungkas Vini.
Dengan langkah-langkah tersebut, Dinkes Jabar berkomitmen menjaga keselamatan relawan dan korban, sekaligus memastikan penanganan kesehatan berjalan terkoordinasi selama masa tanggap darurat bencana.***
Penulis : Atep K
Editor : Bar Bernad


























