Tiga Malam Tanpa Tenda, Pengungsi Banjir Pamanukan Terlantar di Kolong Flyover

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBANG, Mevin.ID – Kondisi memprihatinkan menyelimuti ratusan warga Pamanukan, Kabupaten Subang, yang terdampak banjir.

Sudah tiga malam, para pengungsi terpaksa bertahan di kolong flyover Pamanukan dengan fasilitas yang sangat minim, tanpa tenda maupun penerangan yang memadai.

Hingga Rabu (28/1/2026), debit air yang merendam pemukiman warga belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Akibatnya, warga dari berbagai usia—mulai dari balita, anak-anak, hingga lansia—harus tidur beralaskan tikar dan kardus di ruang terbuka.

Bertaruh Nyawa di Tengah Dingin dan Kegelapan

Nuraeni, salah satu pengungsi, mengungkapkan keluhannya terhadap minimnya bantuan fasilitas tidur. Ia mengaku harus melawan cuaca ekstrem dan gigitan nyamuk setiap malam tanpa selimut yang layak.

“Sangat dingin sekali. Saya tidak masalah, tapi kasihan balita yang masih di bawah dua tahun harus kedinginan. Hampir tiap malam hujan deras dan di sini gelap gulita tanpa lampu,” ujar Nuraeni dengan nada pilu.

Senada dengan Nuraeni, Asep Hidayat, warga terdampak lainnya, mendesak BPBD dan pemerintah daerah untuk segera mendirikan tenda darurat. Menurutnya, kondisi tidur di ruang terbuka sangat berisiko bagi kesehatan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Bantuan Logistik Ricuh dan Tidak Merata

Selain masalah tempat tinggal, distribusi bantuan logistik juga menjadi sorotan. Warga melaporkan bahwa bantuan sejauh ini hanya berupa makanan siap saji, namun jumlahnya tidak mencukupi sehingga sering terjadi kericuhan saat pembagian.

“Bantuan makanan selalu berebut karena takut tidak kebagian. Ada yang sampai tidak makan hanya bisa gigit jari,” tambah Nuraeni.

Ketidakmerataan distribusi juga dikeluhkan oleh warga di wilayah lain seperti Kadung Gede Mulyasari. Agus, warga setempat, menyebut bantuan cenderung hanya terpusat di titik pengungsian flyover dan masjid besar.

Sementara itu, warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah atau di majelis taklim kecil justru luput dari perhatian.

“Kami meminta bantuan didistribusikan secara door-to-door. Jangan hanya di lokasi pengungsian utama, karena banyak warga di dalam lokasi banjir yang juga menahan lapar,” tegas Agus.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Hingga saat ini, para pengungsi sangat membutuhkan uluran tangan berupa:

  • Tenda pengungsian yang layak.
  • Kasur lantai, karpet, dan selimut.
  • Alat penerangan darurat.
  • Perlengkapan bayi (Pampers dan susu).
  • Fasilitas MCK portabel.

Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan instan seperti mi instan atau nasi bungkus, tetapi juga solusi jangka panjang dan fasilitas dasar yang menjamin martabat mereka selama di pengungsian.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Kompas

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dramatis! Pesawat BBM Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Selamat Usai Terjun Payung
Ironi Barang Bukti Korupsi, Dikorupsi Lagi, Kejati Riau Tetapkan Mantan Pejabat Bengkalis dan Direktur Swasta Jadi Tersangka
Tim Patroli Polres Cianjur Siap Kejar Aksi Perang Sarung juga Awasi Medsos Selama Ramadan
Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Segera Daftar di Aplikasi Sapawarga
Nasib Pilu Petani Cikarang Selatan, Sawah Terancam Digusur Rusun, “Kang Dedi, Ieu Pare Encan Panen Geus Di-Doser!”
Perkuat Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota Ajak Perusahaan Kolaborasi Lewat Forum Komunikasi
Polda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan: Puluhan Kilo Sabu hingga Ribuan Knalpot Brong
Buntut Mobil Dinas ‘Nakal’ Ganti Plat di Tuban, Pertamina Sanksi Tegas SPBU Latsari

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:50 WIB

Dramatis! Pesawat BBM Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Selamat Usai Terjun Payung

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:40 WIB

Ironi Barang Bukti Korupsi, Dikorupsi Lagi, Kejati Riau Tetapkan Mantan Pejabat Bengkalis dan Direktur Swasta Jadi Tersangka

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:25 WIB

Tim Patroli Polres Cianjur Siap Kejar Aksi Perang Sarung juga Awasi Medsos Selama Ramadan

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:57 WIB

Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Segera Daftar di Aplikasi Sapawarga

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:33 WIB

Nasib Pilu Petani Cikarang Selatan, Sawah Terancam Digusur Rusun, “Kang Dedi, Ieu Pare Encan Panen Geus Di-Doser!”

Berita Terbaru