CIANJUR, Mevin.ID – Menyaambut bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar patroli rutin di sejumlah wilayah yang dinilai rawan. Langkah ini diambil untuk mencegah aksi perang sarung yang kerap meresahkan masyarakat, terutama di kalangan remaja.
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, mengungkapkan bahwa patroli dilakukan secara acak pada jam-jam rawan, mulai dari usai salat tarawih hingga dini hari.
Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi aksi perang sarung yang biasanya marak terjadi saat bulan puasa.
“Patroli dilakukan secara acak pada jam tertentu mulai dari lepas tarawih hingga dini hari guna mengantisipasi perang sarung yang kerap terjadi saat bulan puasa,” ujar AKBP Alexander kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).
Seluruh anggota dan jajaran Polsek telah diinstruksikan untuk rutin menyambangi titik-titik rawan guna membubarkan kerumunan anak muda yang berpotensi melakukan aksi negatif.
“Petugas akan mengimbau dan membubarkan kerumunan anak muda atau remaja saat malam atau dini hari, mereka diminta pulang guna menghindari hal tidak diinginkan, termasuk melakukan tindakan tegas ketika terjadi tindak pidana,” tegasnya.
Tim Cyber Dimonitor Medsos, Pelaku Diancam Pidana
Tak hanya patroli konvensional, Polres Cianjur juga mengerahkan tim cyber untuk memantau media sosial. Pasalnya, platform digital kerap dijadikan sarana para remaja untuk berkordinasi dan membuat janji sebelum aksi perang sarung berlangsung.
“Patroli cyber di media sosial juga dilakukan sebagai langkah antisipasi. Ketika ditemukan petugas dapat langsung melakukan berbagai langkah agar selama puasa berjalan aman dan lancar tanpa ada penyakit masyarakat termasuk perang sarung,” jelas AKBP Alexander.
Kapolres menegaskan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas dan memproses hukum para pelaku jika ditemukan unsur pidana.
Apalagi jika aksi perang sarung tersebut melibatkan senjata tajam atau benda berbahaya lain yang dibungkus dalam sarung hingga berpotensi melukai orang lain.
Imbauan
Sementara itu, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengimbau para remaja dan anak muda untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan yang bermanfaat. Ia meminta agar tradisi perang sarung yang membahayakan ditinggalkan.
“Lebih baik melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk diri sendiri selama bulan puasa, seperti tadarus dan melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan pahala, hindari berbagai kegiatan yang dapat merugikan diri dan orang lain,” imbau Bupati.
Orang tua juga diminta turut aktif mengawasi anak-anaknya agar tetap berada di rumah usai menjalankan ibadah, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Cianjur tetap kondusif selama Ramadan.***
Penulis : Atep K
Editor : Bar Bernad
Sumber Berita: Tribratanews


























