Timur Tengah di Ujung Tanduk: Israel Serang Iran, Trump Luncurkan Operasi Militer Masif

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pesawat nirawak (drone) terlihat selama latihan militer di lokasi yang dirahasiakan di Iran, dalam gambar selebaran yang diperoleh pada 24 Agustus 2022. /Tentara Iran/WANA/HO via Reuters/as.

i

Sejumlah pesawat nirawak (drone) terlihat selama latihan militer di lokasi yang dirahasiakan di Iran, dalam gambar selebaran yang diperoleh pada 24 Agustus 2022. /Tentara Iran/WANA/HO via Reuters/as.

TEL AVIV/TEHERAN, Mevin.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik tertinggi setelah Israel meluncurkan serangan militer terhadap Republik Islam Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Serangan ini direspons cepat oleh Teheran dengan meluncurkan gelombang serangan balasan berupa rudal dan drone.

Israel Tetapkan Status Darurat Nasional

Kementerian Pertahanan Israel mengonfirmasi serangan tersebut bertujuan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya. Menyusul agresi ini, Israel memprediksi serangan balasan masif dari Iran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah menandatangani perintah khusus yang menetapkan keadaan darurat di seluruh wilayah Israel.

Sirene serangan udara pun meraung di Tel Aviv untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lama, memerintahkan warga untuk segera mencari tempat perlindungan.

IRGC Iran Luncurkan Serangan Balasan

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak tinggal diam. Mereka mengonfirmasi telah melepaskan gelombang pertama serangan rudal dan drone (UAV) ke arah Israel.

“Sebagai tanggapan terhadap agresi musuh yang licik terhadap Iran, gelombang pertama serangan rudal dan pesawat tak berawak ke arah Israel telah dimulai,” tulis pernyataan resmi IRGC yang disiarkan televisi pemerintah Iran.

Pejabat Iran menegaskan bahwa mereka tidak dapat lagi menerima tindakan agresif Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran.

AS Resmi Terlibat: Trump Luncurkan Operasi Besar-besaran

Situasi semakin rumit setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Trump mengeklaim operasi ini diperlukan untuk melenyapkan ancaman langsung dari rezim Iran.

“Aktivitas mengancam mereka secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan kami di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia,” ujar Trump melalui akun Truth Social miliknya.

Trump menegaskan operasi ini bertujuan untuk menghancurkan industri rudal Iran dan memastikan negara tersebut tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Serangan ini disebut sebagai lanjutan dari operasi sebelumnya pada Juni 2025 yang menargetkan fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Mediasi Oman Gagal

Ketegangan ini meletus meskipun sebelumnya sempat ada upaya mediasi melalui perundingan tidak langsung yang difasilitasi oleh Oman.

Perundingan yang berfokus pada pembatasan pengayaan uranium Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi tersebut kini tampaknya menemui jalan buntu akibat eskalasi militer ini.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Sputnik

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Refleksi Tragedi Kemanusiaan, Elemen Sipil Desak Pemerintah RI Keluar dari ‘Board of Peace’
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,45 Ton Sianida, Bahan Kimia Mematikan Ilegal Asal Filipina
Strategi Chip AI Trump: Syaratkan Investasi di AS bagi Negara yang Ingin Impor Teknologi Canggih
Polisi Resmi Tahan Richard Lee, Dinilai Hambat Penyidikan dan Mangkir Demi ‘Live’ TikTok
Pemerintah Resmi Batasi Akses Platform Digital bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Efek Perang Timur Tengah: Menkeu Purbaya Buka Opsi ‘Berbagi Beban’ Kenaikan Harga BBM Subsidi
Trump Remehkan Lonjakan Harga BBM: “Menang Perang Lawan Iran Jauh Lebih Penting!”
Modus Perusahaan Keluarga: KPK Ungkap Direktur Perusahaan Pemenang Proyek Ternyata ART Bupati Fadia

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:04 WIB

Refleksi Tragedi Kemanusiaan, Elemen Sipil Desak Pemerintah RI Keluar dari ‘Board of Peace’

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:49 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,45 Ton Sianida, Bahan Kimia Mematikan Ilegal Asal Filipina

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:59 WIB

Strategi Chip AI Trump: Syaratkan Investasi di AS bagi Negara yang Ingin Impor Teknologi Canggih

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:35 WIB

Polisi Resmi Tahan Richard Lee, Dinilai Hambat Penyidikan dan Mangkir Demi ‘Live’ TikTok

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:31 WIB

Pemerintah Resmi Batasi Akses Platform Digital bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Berita Terbaru