BANDUNG, Mevin.ID – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Barat tengah memasuki fase krusial dalam program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat.
Bekerja sama dengan IDEP Selaras Alam dan Save the Children Indonesia, program ini kini fokus pada pendokumentasian proses melalui penyusunan panduan resmi bagi sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Bandung.
Kegiatan penyusunan panduan ini diselenggarakan di Bandung selama tiga hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Januari 2026.
Acara ini dihadiri oleh 79 peserta yang terdiri dari guru perwakilan sekolah dampingan, pengawas, kepala sekolah, serta tim dari LPBI NU Jabar, IDEP, dan Save the Children.
Dokumentasi sebagai Warisan Program
Program Manajer, Muhammad Hiqal Fahrurozi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengunci seluruh proses yang telah dijalankan di sekolah-sekolah ke dalam sebuah dokumen panduan yang sistematis.
“Tujuan utama kami adalah mendokumentasikan pelaksanaan program agar bisa menjadi acuan. Selain itu, kami ingin meningkatkan kapasitas sekolah dalam mendokumentasikan program secara mandiri dan membagikan pemahaman tersebut kepada sekolah lainnya,” ujar Hiqal dalam keterangannya.
Fokus pada 10 Sekolah Dampingan
Ketua LPBI NU Jawa Barat, Dadang Sudardja, menekankan bahwa output dari kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi keberlanjutan program di masa depan.
Sebanyak 10 sekolah di Kabupaten Bandung menjadi fokus utama dalam peningkatan kapasitas pendokumentasian ini, yakni:
- SD Babakan Sukamulya
- SMP Negeri 3 Rancaekek
- SIT Cordova
- SD Negeri Pasirhuni
- SD Negeri Cisero
- SD Negeri Bojongnangka
- SD Negeri Malakasari
- SD Negeri Jati 01
- SMP Negeri 3 Baleendah
- SMP Negeri 4 Baleendah
“Target kami adalah tersusunnya panduan penerapan yang sistematis namun sederhana, sehingga mudah dipahami. Kapasitas 10 sekolah dampingan ini akan ditingkatkan, dan nantinya panduan tersebut akan didiseminasikan ke sekolah-sekolah lain di luar program,” jelas Dadang.
Menuju Diseminasi Luas
Dengan tersusunnya panduan ini, LPBI NU Jabar berharap model sekolah tangguh perubahan iklim tidak hanya berhenti di 10 sekolah tersebut.
Dokumen ini diharapkan menjadi standar bagi sekolah-sekolah di Jawa Barat dalam menghadapi tantangan lingkungan yang kian nyata.
Kolaborasi antara ormas keagamaan, lembaga nirlaba lingkungan (IDEP), dan lembaga perlindungan anak (Save the Children) ini menunjukkan bahwa isu perubahan iklim memerlukan pendekatan multisektoral, terutama dalam melindungi generasi mendatang melalui sektor pendidikan.***
Penulis : Bar Bernad

























