BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung lokasi bencana longsor dahsyat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kunjungannya, Gubernur mengungkapkan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan menyoroti kerusakan ekosistem di lereng Gunung Burangrang.
View this post on Instagram
Penyebab Longsor: Alih Fungsi Lahan
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab tanah longsor ini adalah hilangnya vegetasi penahan tanah di kawasan pegunungan tersebut. Kawasan yang seharusnya berfungsi sebagai hutan pelindung telah berubah fungsi secara masif.
“Daerah ini seharusnya berisi pohon penahan tanah dan air, tapi kawasannya diubah menjadi kebun bunga dan sayuran. Ini mungkin salah satu faktor penyebab tanah longsor,” ujar Dedi Mulyadi saat berada di lokasi bencana.
Beliau menambahkan bahwa transformasi dari hutan pegunungan menjadi taman bunga dan kebun sayur membuat struktur tanah menjadi labil saat diguyur hujan deras.
Komitmen Larangan Alih Fungsi Lahan
Melihat dampak kerusakan yang ditimbulkan, Gubernur Jawa Barat menyatakan komitmennya untuk memperketat aturan pemanfaatan lahan di wilayah perbukitan.
- Stop Alih Fungsi: Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak ingin lagi melihat adanya perubahan fungsi lahan hutan menjadi perkebunan di area rawan bencana.
- Evaluasi Kawasan: Gubernur meminta agar asal-usul daerah yang seharusnya merupakan hutan pegunungan segera dikembalikan fungsinya.
- Harapan Kedepan: Beliau berharap seluruh masalah lingkungan ini dapat diselesaikan agar masyarakat Jawa Barat dijauhkan dari bencana serupa di masa depan.
Update Kondisi Korban
Hingga kunjungan Gubernur berlangsung, tim SAR masih terus berupaya mencari warga yang hilang. Berdasarkan kesaksian warga selamat, Ai Siti Jubaedah, terdapat sekitar 17 keluarga yang dilaporkan tertimbun.
Salah satu keluarga yang paling dicari adalah keluarga Pak Jajang yang terdiri dari 5 orang, termasuk anak dan cucu.
Bencana yang terjadi pada Jumat dini hari pukul 02.00 WIB ini sempat diawali dengan suara dentuman keras menyerupai bom sebelum akhirnya material longsor menerjang pemukiman warga.***
Penulis : Bar Bernad


























