Tinjau Longsor Cisarua, Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Hutan Jadi Kebun Sayur

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung lokasi bencana longsor dahsyat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kunjungannya, Gubernur mengungkapkan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan menyoroti kerusakan ekosistem di lereng Gunung Burangrang.

 

View this post on Instagram

 

Penyebab Longsor: Alih Fungsi Lahan

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab tanah longsor ini adalah hilangnya vegetasi penahan tanah di kawasan pegunungan tersebut. Kawasan yang seharusnya berfungsi sebagai hutan pelindung telah berubah fungsi secara masif.

“Daerah ini seharusnya berisi pohon penahan tanah dan air, tapi kawasannya diubah menjadi kebun bunga dan sayuran. Ini mungkin salah satu faktor penyebab tanah longsor,” ujar Dedi Mulyadi saat berada di lokasi bencana.

Beliau menambahkan bahwa transformasi dari hutan pegunungan menjadi taman bunga dan kebun sayur membuat struktur tanah menjadi labil saat diguyur hujan deras.

Komitmen Larangan Alih Fungsi Lahan

Melihat dampak kerusakan yang ditimbulkan, Gubernur Jawa Barat menyatakan komitmennya untuk memperketat aturan pemanfaatan lahan di wilayah perbukitan.

  • Stop Alih Fungsi: Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak ingin lagi melihat adanya perubahan fungsi lahan hutan menjadi perkebunan di area rawan bencana.
  • Evaluasi Kawasan: Gubernur meminta agar asal-usul daerah yang seharusnya merupakan hutan pegunungan segera dikembalikan fungsinya.
  • Harapan Kedepan: Beliau berharap seluruh masalah lingkungan ini dapat diselesaikan agar masyarakat Jawa Barat dijauhkan dari bencana serupa di masa depan.

Update Kondisi Korban

Hingga kunjungan Gubernur berlangsung, tim SAR masih terus berupaya mencari warga yang hilang. Berdasarkan kesaksian warga selamat, Ai Siti Jubaedah, terdapat sekitar 17 keluarga yang dilaporkan tertimbun.

Salah satu keluarga yang paling dicari adalah keluarga Pak Jajang yang terdiri dari 5 orang, termasuk anak dan cucu.

Bencana yang terjadi pada Jumat dini hari pukul 02.00 WIB ini sempat diawali dengan suara dentuman keras menyerupai bom sebelum akhirnya material longsor menerjang pemukiman warga.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?
Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung
Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun
Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta
Mal Ciputra Cibubur Terbakar: Unit Jaecoo J5 dan J8 Berhasil Dievakuasi, Showroom Dipastikan Aman
Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat Hingga 22 Februari 2026
Cahaya Lampion dan Atraksi Barongsai Meriahkan Imlek 2577 di Klenteng Hok Lay Kong Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:23 WIB

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:16 WIB

Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:06 WIB

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:02 WIB

Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:43 WIB

Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta

Berita Terbaru